JAKARTA, Cobisnis.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta maaf kepada masyarakat karena penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur masih memiliki sejumlah kekurangan. Pernyataan itu disampaikan saat Gibran meninjau langsung kondisi warga terdampak di Kabupaten Sikka, Kamis (20/8).
Gibran datang ke posko pengungsian di Stadion Gelora Samador, Maumere, bersama Menko PMK Pratikno, Kepala BNPB Suharyanto, dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Ia berdialog dengan warga untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian.
Dalam keterangannya, Gibran menyampaikan duka cita kepada masyarakat yang kehilangan keluarga akibat bencana. Ia juga meminta maaf atas berbagai kekurangan yang masih terjadi dalam penanganan di lapangan.
"Saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila sampai saat ini masih banyak kekurangan di lapangan," kata Gibran, dikutip dari beberapa sumber, Rabu (20/08/2026).
Gibran menegaskan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas dalam penanganan darurat. Ia meminta pemerintah pusat dan daerah memastikan bantuan benar-benar diterima seluruh warga terdampak.
Kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, toilet, obat-obatan, dan layanan kesehatan diminta segera dipenuhi. Perhatian khusus juga diberikan kepada warga di wilayah yang sulit dijangkau, termasuk permukiman di daerah pegunungan.
Gibran meminta ibu hamil, ibu menyusui, lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak mendapat pendataan serta pendampingan khusus. Menurutnya, kelompok tersebut membutuhkan perhatian lebih selama berada dalam kondisi darurat.
"Ini adalah tanggung jawab negara," ujar Gibran. Ia juga memastikan pemerintah akan terus mendampingi masyarakat selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan pascabencana.
Gibran turut mengingatkan pengungsi agar tidak terburu-buru kembali ke rumah yang mengalami kerusakan. Potensi gempa susulan masih menjadi perhatian sehingga keselamatan warga harus tetap diutamakan.
"Bapak, Ibu, di sini dulu, ya. Ada gempa susulan," kata Gibran. Ia memastikan rumah warga, sekolah, dan fasilitas umum yang terdampak akan diperbaiki setelah kondisi memungkinkan.
Berdasarkan pembaruan BNPB pada Kamis (20/8) pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa NTT tercatat mencapai 75 orang. Pemerintah masih melanjutkan penanganan darurat dan memastikan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi.