JAKARTA, Cobisnis.com - Seorang pria asal Yordania yang diduga tergabung dalam kelompok peretas ShinyHunters ditangkap otoritas setempat. Pria bernama Saif al Din Khader atau dikenal dengan nama samaran "Ray" itu ditahan pada Selasa (29/9).
Penangkapan Khader menjadi perkembangan terbaru dalam penyelidikan dugaan serangan siber terhadap situs resmi Badan Investigasi Federal Amerika Serikat atau FBI. Kelompok ShinyHunters sebelumnya mengklaim telah membobol sistem FBI dan mencuri data sensitif.
Setelah ditangkap, Khader disebut membantu FBI dan penegak hukum dari sejumlah negara untuk menemukan anggota kelompok peretas lainnya. Ia juga disebut menunjukkan perangkat elektronik dan komunikasi digital miliknya kepada penyelidik.
Kerja sama tersebut dinilai penting untuk membantu penyelidik memahami jaringan ShinyHunters. Langkah itu juga dapat membantu aparat melacak anggota lain yang masih aktif.
FBI sendiri tidak memberikan komentar khusus mengenai penangkapan Khader. Namun, lembaga tersebut memastikan penyelidikan terhadap insiden siber yang diduga melibatkan ShinyHunters terus dilakukan.
"Kami terus melakukan penyelidikan secara agresif terhadap insiden siber terbaru yang diduga melibatkan ShinyHunters. FBI telah bekerja sama dengan sejumlah mitra untuk menangkap beberapa orang yang diduga terlibat dan tidak akan segan segan mengerahkan segala sumber daya yang ada untuk membawa setiap pihak yang bertanggung jawab ke hadapan hukum," ujar FBI.
Identitas Khader dan dugaan keterlibatannya dengan kelompok tersebut sebelumnya telah diketahui oleh peneliti keamanan siber. Ia disebut pernah menjadi anggota penting Scattered Lapsus$ Hunters, kelompok yang menaungi sejumlah peretas termasuk ShinyHunters.
Aktivitas ShinyHunters juga disebut mulai terganggu setelah kelompok tersebut mengumumkan dugaan pembobolan sistem FBI. Akun daring yang sebelumnya digunakan untuk berkomunikasi dengan wartawan tidak lagi dapat dihubungi pada Selasa (29/9), sementara situs mereka di dark web ikut menghilang sehari setelahnya.
Direktur FBI Kash Patel sebelumnya memberi sinyal bahwa penangkapan lain dapat menyusul. Hal itu disampaikan setelah anggota ShinyHunters lainnya yang diduga terlibat, Pepijn van der Stap, ditahan di Belanda.
"Tim FBI sedang menindaklanjuti petunjuk baru SAAT INI. Penangkapan lebih lanjut sedang dipertimbangkan," tulis Patel melalui akun resminya di platform X pada Rabu (30/9).
ShinyHunters mengklaim data yang mereka curi dari FBI memuat informasi mengenai penugasan sejumlah pegawai. Data tersebut disebut mencakup nama, alamat, nomor telepon, tanggal lahir, nomor jaminan sosial, informasi kontak darurat, hingga penempatan pegawai di kantor tertentu.
Dalam beberapa kasus, data yang diklaim dicuri tersebut menunjukkan pegawai yang bertugas pada unit dengan pekerjaan sensitif seperti intelijen, keamanan dan kontra spionase. ShinyHunters bahkan mengklaim data tersebut hanya sebagian kecil dari sekitar 2 hingga 3 terabita data yang telah mereka curi.
Kelompok tersebut juga sempat mengancam akan menyandera data sampai FBI mencabut pernyataan yang dianggap merugikan mereka. ShinyHunters kemudian menyatakan tidak ingin terjadi eskalasi lebih lanjut dengan FBI, yang dinilai sebagai tanda kelompok tersebut mulai mundur.
ShinyHunters diketahui terus melakukan aksi peretasan hingga 2026. Kelompok ini juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap Rockstar Games dan serangan yang melibatkan platform pendidikan Canvas di Amerika Serikat.