Trump Disorot Usai Singgung Serangan Iran ke LA

Oleh Desti Dwi Natasya pada 07 Oct 2026, 12:28 WIB

Donald Trump

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuai kecaman setelah menyinggung kemungkinan Los Angeles dan San Diego menjadi sasaran Iran dalam perang yang tengah berlangsung.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat menghadiri kampanye di Nebraska pada Senin (5/10/2026), ketika ia membahas perang dengan Iran dan tingginya harga energi. Reuters melaporkan pernyataan itu kemudian memicu reaksi keras dari sejumlah pemimpin California.

"Hal itu merupakan pengorbanan yang kecil demi menjaga keamanan dunia, menjaga keamanan negara kita," tutur Trump, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (7/10/2026).

Trump kemudian mengatakan bahwa dua kota besar di California tersebut dapat menjadi sasaran serangan Iran sebagai konsekuensi dari konflik yang menurutnya diperlukan untuk menjaga keamanan AS dan dunia.

"Mereka dapat menghancurkan sebuah kota, biarkan mereka menghancurkan Los Angeles, biarkan mereka menghancurkan San Diego. Ini merupakan pengorbanan yang sangat kecil," ujar Trump.

Pernyataan itu langsung mendapat kecaman dari Gubernur California Gavin Newsom yang menyebut Trump "tidak waras dan berbahaya" melalui unggahan di platform X.

"Setelah mengerahkan Garda Nasional dan Marinir untuk menduduki California, Donald Trump kini mengatakan bahwa musuh asing kita sebaiknya 'menghancurkan' Los Angeles dan San Diego," ujar Newsom.

Wali Kota Los Angeles Karen Bass juga mengecam pernyataan tersebut dan menilai ucapan Trump berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Sementara itu, Wali Kota San Diego Todd Gloria menegaskan kotanya tidak seharusnya diperlakukan sebagai korban dalam konflik tersebut.

"San Diego bukanlah korban sampingan. Kami tidak bisa dikorbankan begitu saja. Dan kami tidak akan pernah menjadi 'pengorbanan kecil,'" kata Gloria.

Gedung Putih kemudian berupaya menjelaskan pernyataan Trump dengan mengatakan bahwa presiden tidak sedang menyerukan serangan terhadap kota-kota AS, melainkan menggambarkan ancaman yang menurut pemerintah akan muncul apabila Iran memiliki kemampuan nuklir.

Kontroversi ini muncul menjelang pemilu sela AS pada November 2026, ketika Partai Republik dan Demokrat bersaing memperebutkan kendali atas dua kamar Kongres.

California sendiri selama ini menjadi salah satu basis utama Partai Demokrat di AS dan memiliki jumlah penduduk serta perekonomian terbesar di negara tersebut.