JAKARTA, Cobisnis.com - Rusia memperingatkan bahwa kemungkinan penempatan pangkalan militer NATO maupun senjata nuklir di Lithuania dapat meningkatkan ketegangan di kawasan Eropa.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyampaikan pernyataan tersebut setelah parlemen Lithuania melanjutkan proses amendemen konstitusi yang akan mencabut larangan penempatan senjata nuklir di wilayah negara tersebut.
"Tak satu pun dari langkah-langkah ini akan memberikan kontribusi terhadap stabilitas dan kepastian di benua Eropa. Hal ini kami sayangkan, langkah tersebut justru akan menandai eskalasi ketegangan yang semakin tajam," kata Peskov, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (7/10/2026).
Peskov juga mengatakan Rusia akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjamin keamanan negaranya apabila infrastruktur militer NATO semakin mendekati perbatasan Rusia.
Pernyataan tersebut merespons pemungutan suara di parlemen Lithuania atau Seimas terkait amendemen konstitusi yang menghapus larangan penempatan senjata pemusnah massal dan pangkalan militer asing di wilayah negara tersebut.
Dalam pemungutan suara pertama pada 6 Oktober 2026, amendemen itu memperoleh dukungan 106 anggota parlemen, sementara 18 anggota menolak dan enam lainnya abstain.
Pemungutan suara berikutnya dijadwalkan pada 12 Januari 2027 dan amendemen tersebut membutuhkan dukungan sedikitnya 94 dari 141 anggota Seimas dalam pemungutan suara yang diwajibkan konstitusi.
Aturan yang berlaku saat ini tercantum dalam Pasal 137 Konstitusi Lithuania yang melarang keberadaan senjata pemusnah massal maupun pangkalan militer negara asing di wilayahnya.
Perubahan tersebut dinilai pendukungnya dapat membuka ruang bagi Lithuania untuk berpartisipasi lebih penuh dalam sistem pencegahan NATO, termasuk aspek pencegahan nuklir.
Selain persoalan senjata nuklir, Kremlin juga menyoroti rencana pembangunan pangkalan militer Amerika Serikat di Lithuania yang sebelumnya mengemuka.
Presiden AS Donald Trump disebut telah mempertimbangkan usulan pembangunan pangkalan tersebut, sementara Lithuania menyatakan siap menanggung biaya pendiriannya apabila rencana itu mendapat persetujuan.
Lithuania merupakan anggota NATO dan Uni Eropa yang berbatasan dengan Rusia serta Belarus, sehingga perubahan kebijakan pertahanannya menjadi perhatian Moskow.
Bagi Rusia, kemungkinan bertambahnya infrastruktur militer NATO dan keberadaan senjata nuklir di negara tetangganya berpotensi memperburuk situasi keamanan di Eropa.