JAKART, Cobisnis.com – Kasus hantavirus kembali menjadi perhatian setelah muncul laporan kematian penumpang kapal pesiar MV Hondius akibat dugaan infeksi virus tersebut.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan juga mencatat adanya puluhan kasus hantavirus dalam beberapa tahun terakhir sehingga memicu kekhawatiran masyarakat.
Banyak orang mulai mencari tahu mengenai bahaya hantavirus, cara penularan, hingga peluang kesembuhan penyakit tersebut.
Sampai saat ini, belum ada obat khusus atau vaksin yang benar-benar dapat menyembuhkan infeksi hantavirus secara total.
Pengobatan yang diberikan umumnya berupa perawatan suportif seperti pemberian oksigen, cairan infus, dan pemantauan intensif pada pasien.
Meski demikian, peluang pemulihan tetap ada apabila pasien mendapatkan diagnosis dan penanganan medis secara cepat sejak awal gejala muncul.
Pada kasus berat, pasien dapat dirawat di ICU untuk memperoleh bantuan pernapasan dan pengawasan ketat dari tenaga medis.
Hantavirus dapat menular melalui paparan urine, air liur, dan kotoran tikus yang terinfeksi serta lingkungan yang sudah terkontaminasi.
“Menghirup partikel virus dari urine atau kotoran tikus yang bercampur di udara dapat meningkatkan risiko penularan,” tulis penjelasan tersebut.
Pencegahan hantavirus dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan rumah, mengendalikan tikus secara rutin, serta menggunakan masker saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi.