Harga BBM di Malaysia Turun per 1 Juli, Ini Rinciannya

Oleh Desti Dwi Natasya pada 26 Jun 2026, 18:04 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar bersubsidi yang akan mulai berlaku pada 1 Juli 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya meringankan beban biaya hidup masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga energi.  

Mulai awal Juli, harga solar bersubsidi ditetapkan menjadi 2,10 ringgit Malaysia (RM) per liter atau sekitar Rp9.000 per liter. Penyesuaian harga ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mengelola kebijakan subsidi bahan bakar secara lebih terarah.  

Pemerintah Malaysia menilai penurunan harga tersebut dapat membantu masyarakat menghadapi tekanan kenaikan biaya hidup. Kebijakan ini juga diharapkan memberikan manfaat bagi sektor transportasi, logistik, dan pelaku usaha yang bergantung pada penggunaan solar.  

Dalam beberapa tahun terakhir, Malaysia terus melakukan penyesuaian terhadap skema subsidi bahan bakar. Pemerintah menerapkan subsidi yang lebih tepat sasaran agar anggaran negara tetap terjaga sekaligus memastikan kelompok yang membutuhkan tetap memperoleh manfaat.  

Kebijakan terbaru ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan masyarakat dan kondisi fiskal negara. Penyesuaian harga dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan beban subsidi yang ditanggung pemerintah.  

Malaysia sebelumnya juga melakukan reformasi subsidi energi melalui berbagai kebijakan yang diterapkan secara bertahap. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran sekaligus menjaga keberlanjutan sistem subsidi energi nasional.  

Penurunan harga solar bersubsidi mulai 1 Juli 2026 diperkirakan akan mendapat perhatian luas dari masyarakat maupun pelaku industri. Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.