Serangan Di Selat Hormuz Hentikan Evakuasi Kapal Oleh PBB

Oleh Zahra Zahwa pada 26 Jun 2026, 15:44 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Sebuah kapal di Selat Hormuz diserang pada Kamis. Insiden itu memaksa PBB menghentikan sementara evakuasi ratusan kapal dan ribuan pelaut yang masih terjebak di kawasan Teluk Persia.

Seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan kapal tersebut diserang menggunakan drone Iran. Namun, pejabat itu tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai serangan tersebut.

Hingga kini, Iran belum mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut. Meski begitu, serangan terjadi beberapa jam setelah Garda Revolusi Iran memperingatkan kapal hanya akan mendapat jalur aman melalui rute yang ditentukan Iran.

Peringatan itu sekaligus menantang klaim pemerintahan Presiden Donald Trump yang menyebut Selat Hormuz kembali aman untuk dilalui. Karena itu, ketegangan di jalur pelayaran strategis tersebut kembali meningkat.

Serangan itu menjadi insiden pertama yang dilaporkan sejak Amerika Serikat dan Iran sepakat membuka jalan menuju perjanjian damai pekan lalu. Selain itu, harga minyak dunia langsung menguat setelah kabar tersebut mencuat.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, masih berupaya meyakinkan negara-negara Teluk yang meragukan kesepakatan dengan Iran.

Menurut United Kingdom Maritime Trade Operations, proyektil menghantam sisi kanan kapal kargo dan merusak anjungan. Meski begitu, tidak ada korban jiwa maupun dampak pencemaran lingkungan yang dilaporkan.

Otoritas maritim juga meminta seluruh kapal meningkatkan kewaspadaan saat melintasi Selat Hormuz. Selain itu, awak kapal diminta segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan.

Akibat serangan tersebut, Organisasi Maritim Internasional (IMO) menghentikan sementara misi evakuasi. Misi itu sebelumnya bertujuan menyelamatkan ratusan kapal dan lebih dari 11.000 pelaut yang terjebak sejak konflik pecah.