Harga BBM Subsidi Tetap per 1 April 2026, Nasib Pertamax Masih Ditahan Pemerintah

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 31 Mar 2026, 20:23 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tetap stabil per 1 April 2026, sementara harga BBM nonsubsidi masih dalam tahap pembahasan.

Keputusan ini berlaku untuk jenis BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar yang tidak mengalami perubahan harga. Pemerintah menegaskan tidak ada kenaikan maupun penurunan dalam periode ini.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa kebijakan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas energi di tengah kondisi global yang belum menentu. Langkah ini juga menjadi sinyal kehati-hatian pemerintah.

Di sisi lain, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax series masih belum diputuskan. Pemerintah bersama Pertamina dan pihak swasta masih melakukan kajian mendalam.

Pembahasan ini mencakup berbagai faktor, mulai dari harga minyak dunia hingga kondisi geopolitik yang memengaruhi pasokan energi. Semua aspek dihitung sebelum keputusan final diambil.

Bahlil menegaskan hingga saat ini belum ada perubahan harga BBM nonsubsidi. Artinya, harga yang berlaku masih sama seperti sebelumnya sambil menunggu hasil evaluasi.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh informasi yang belum jelas sumbernya. Informasi resmi menjadi acuan utama dalam memahami kebijakan energi.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga ketenangan publik di tengah banyaknya spekulasi terkait harga BBM. Stabilitas informasi menjadi bagian dari stabilitas ekonomi.

Kondisi global yang dinamis, termasuk konflik geopolitik, menjadi faktor utama dalam pengambilan kebijakan energi nasional. Hal ini berdampak langsung pada pergerakan harga minyak dunia.

Dengan menjaga harga BBM subsidi tetap, pemerintah berupaya melindungi daya beli masyarakat. Kebijakan ini juga diharapkan menahan laju inflasi dalam negeri.

Sementara itu, keputusan terkait BBM nonsubsidi akan sangat menentukan arah pasar energi ke depan. Pelaku usaha dan konsumen kini menunggu kepastian tersebut.

Pemerintah memastikan setiap keputusan akan mempertimbangkan keseimbangan antara stabilitas ekonomi dan keberlanjutan sektor energi nasional.