Israel di Tengah Perang, Tapi Tingkat Kebahagiaan Warganya Tetap Tertinggi Kenapa?

Oleh Hidayat Taufik pada 03 Jun 2026, 14:11 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com — Israel kembali masuk dalam 10 besar negara paling bahagia di dunia berdasarkan World Happiness Report 2026. Secara logika, negara yang terus berada dalam situasi konflik dan perang biasanya identik dengan meningkatnya kecemasan, trauma, serta ketidakpastian. Namun, mengapa warga Israel tetap tercatat memiliki tingkat kebahagiaan yang tinggi?

Metodologi World Happiness Report 2026

Laporan ini menilai kebahagiaan berdasarkan evaluasi hidup secara keseluruhan (life evaluation) yang dihitung sebagai rata-rata selama tiga tahun. Dengan demikian, hasilnya tidak mencerminkan kondisi emosional sesaat, melainkan penilaian jangka panjang terhadap kualitas hidup.

Adapun beberapa faktor utama yang digunakan dalam penilaian meliputi:

Pendapatan rata-rata

Dukungan sosial

Harapan hidup sehat

Kebebasan dalam menentukan pilihan hidup

Persepsi terhadap tingkat korupsi

Mengapa Israel Masuk Peringkat Tinggi?

Dalam laporan tersebut, Israel berada di posisi ke-8 dunia dengan skor 7,18.

Salah satu faktor yang kerap disoroti adalah kuatnya ikatan sosial di masyarakat Israel, termasuk hubungan keluarga dan komunitas yang erat. Dalam kondisi krisis, solidaritas dan rasa kebersamaan masyarakat justru cenderung semakin menguat.

Selain itu, Israel juga memiliki sejumlah indikator struktural yang relatif baik, seperti:

Kualitas layanan kesehatan yang tinggi

Harapan hidup yang panjang

Stabilitas ekonomi yang relatif kuat

Karena metode penghitungan menggunakan rata-rata tiga tahun, dampak konflik maupun tekanan psikologis tidak selalu terlihat secara langsung dalam hasil tahunan.

10 Negara Paling Bahagia di Dunia 2026

1. Finlandia (7,76)

2. Islandia (7,54)

3. Denmark (7,53)

4. Kosta Rika (7,43)

5. Swedia (7,25)

6. Norwegia (7,24)

7. Belanda (7,22)

8. Israel (7,18)

9. Luksemburg (7,06)

10. Swiss (7,01)