Jet F-22 AS Tiba di Israel, Konflik dengan Iran Semakin Dekat?

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 26 Feb 2026, 09:10 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Sedikitnya 12 unit jet tempur F-22 milik Amerika Serikat (AS) mendarat di pangkalan udara Israel pada Selasa (24/2) waktu setempat. Kehadiran jet tempur ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Menurut laporan televisi lokal Israel KAN, 12 jet F-22 ini adalah bagian dari pengerahan militer AS di kawasan Timur Tengah. Jet tempur F-22 dikenal sebagai salah satu yang tercanggih di dunia, dengan kemampuan menembus wilayah musuh dan melumpuhkan sistem pertahanan udara serta radar.

Kedatangan jet tempur ini mengikuti eskalasi ancaman militer dari Presiden AS Donald Trump, yang memperingatkan tindakan jika Iran gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan nuklir. Trump menekankan Iran harus membatasi program nuklir, rudal, dan dukungan terhadap kelompok proksi regional.

Perundingan nuklir AS-Iran akan kembali dilanjutkan secara tidak langsung di Jenewa, Swiss, pada Kamis (26/2). Sementara itu, AS telah mengerahkan dua kapal induk ke wilayah Teluk Persia, USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R Ford, kapal induk terbesar di dunia.

Kehadiran jet F-22 di Israel dipandang sebagai simbol kesiapan militer AS menghadapi potensi eskalasi konflik dengan Iran. Langkah ini juga menjadi sinyal politik yang kuat kepada Teheran terkait tekanan internasional.

Para analis menilai pengerahan jet tempur ini meningkatkan risiko ketegangan regional. Israel, sebagai negara yang memiliki kepentingan langsung, siap untuk mendukung operasi militer gabungan jika konflik terjadi.

Pengerahan militer AS ini juga mencerminkan perubahan strategi kawasan yang lebih konfrontatif, setelah beberapa tahun sebelumnya perundingan diplomatik dan tekanan ekonomi menjadi fokus utama.

Ketegangan meningkat ketika negosiator AS dan Iran berusaha merumuskan kesepakatan yang membatasi kemampuan nuklir Teheran. Jika tidak tercapai, potensi serangan terbatas dari AS tidak dapat diabaikan.

Keberadaan jet tempur tercanggih di pangkalan Israel menjadi pengingat bagi seluruh negara Timur Tengah akan kemampuan militer gabungan AS-Israel. Sementara itu, Iran diperkirakan akan meningkatkan kesiapan militernya.

Situasi ini mengundang perhatian dunia, terutama negara-negara tetangga dan mitra strategis AS, karena eskalasi konflik bisa berdampak luas terhadap keamanan regional, perdagangan energi, dan stabilitas politik Timur Tengah.