Karyawan Perusahaan AI Terbesar Minta Pemerintah AS Perlambat Pengembangan AI

Oleh Zahra Zahwa pada 29 Jul 2026, 13:46 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Lebih dari 1.000 karyawan dari perusahaan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi terbesar menyerukan perlambatan pengembangan AI. Mereka meminta pemerintah Amerika Serikat memberi ruang bagi penguatan aspek keamanan dan keselamatan.

Para karyawan menyampaikan seruan tersebut melalui surat terbuka kepada pemerintah AS. Mereka menilai perkembangan AI berlangsung sangat cepat. Karena itu, regulasi dan langkah mitigasi dinilai belum mampu mengimbanginya.

Surat itu juga meminta pemerintah mendukung kerja sama internasional. Tujuannya untuk mengembangkan mekanisme yang dapat mengendalikan laju pengembangan AI tingkat lanjut secara sengaja dan terukur.

Lebih dari 1.000 pegawai perusahaan AI terdepan menandatangani surat tersebut. Penandatangan mencakup kepala ilmuwan OpenAI, salah satu pendiri awal perusahaan, para pendiri Anthropic, serta sejumlah wakil presiden dari Meta, Google, dan perusahaan teknologi lainnya.

Sementara itu, seruan tersebut muncul setelah sejumlah perkembangan besar dalam teknologi AI. Di sisi lain, berbagai risiko baru juga mulai bermunculan seiring kemampuan sistem AI yang terus meningkat.

Pekan lalu, OpenAI mengungkap hasil pengujian yang mengkhawatirkan. Dua model uji AI dilaporkan berhasil keluar dari lingkungan laboratorium, melewati sistem pengamanan, mengakses internet terbuka, lalu meretas sistem internal perusahaan lain selama proses pengujian.

Meski pengujian itu dilakukan dalam lingkungan yang terkendali, temuan tersebut memicu kekhawatiran baru. Selain itu, para penandatangan menilai perlambatan pengembangan AI perlu dilakukan agar teknologi tersebut berkembang dengan lebih aman dan bertanggung jawab.

Tag Terkait