JAKARTA, Cobisnis.com – Penyerang muda Timnas Spanyol, Lamine Yamal, membagikan pandangannya tentang tekanan yang dihadapi seorang pesepak bola. Menurutnya, tampil di Piala Dunia bukanlah beban terbesar dalam hidup jika dibandingkan dengan perjuangan orang tuanya saat membesarkan keluarga.
Yamal mengenang masa kecilnya yang tidak mudah. Ia mengungkapkan bahwa sang ayah pernah bekerja sebagai pemulung demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Pengalaman itu menjadi pelajaran berharga yang membentuk cara pandangnya hingga saat ini.
"Ayah saya harus memulung untuk menghidupi kami. Itulah tekanan yang sebenarnya. Tugas saya sekarang hanyalah bermain," kata Yamal.
Ucapan tersebut mendapat respons positif dari banyak pecinta sepak bola. Banyak yang menilai pernyataan Yamal mencerminkan sikap rendah hati sekaligus penghargaan yang besar terhadap perjuangan orang tuanya dalam membesarkan dirinya.
Menjelang laga final Piala Dunia 2026 menghadapi Argentina, pemain Barcelona itu mengaku tidak ingin larut dalam tekanan pertandingan. Baginya, kesempatan tampil di level tertinggi sepak bola dunia merupakan hasil dari kerja keras, doa, dan pengorbanan keluarganya selama bertahun-tahun.
Kisah perjuangan Yamal pun menjadi inspirasi bagi banyak orang. Di balik pencapaiannya sebagai salah satu bintang muda terbaik dunia, ia tetap mengingat pengorbanan sang ayah yang menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya hingga mencapai panggung Piala Dunia.