Kemenag Siapkan 88 Titik Rukyatul Hilal untuk Tentukan Idul Adha 1447 H

Oleh Desti Dwi Natasya pada 12 May 2026, 21:11 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Agama (Kemenag) RI bersiap menggelar pemantauan hilal atau rukyatul hilal untuk menetapkan awal Zulhijah 1447 Hijriah sekaligus menentukan Hari Raya Idul Adha 2026.

Sebanyak 88 titik pengamatan telah disiapkan di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua Barat. Pemantauan dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 17 Mei 2026 yang bertepatan dengan 29 Zulkaidah 1447 H.

Hasil pengamatan hilal nantinya akan menjadi bahan utama dalam Sidang Isbat yang digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta. Sidang tersebut akan melibatkan berbagai pihak mulai dari pakar falak, akademisi, ormas Islam, hingga perwakilan DPR RI dan duta besar negara sahabat.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat mengatakan Sidang Isbat menjadi forum penting untuk memadukan metode hisab dan rukyat dalam menentukan awal Zulhijah secara akurat.

Menurutnya, proses tersebut dilakukan sebagai bentuk transparansi dan kebersamaan dalam penetapan hari besar keagamaan di Indonesia.

Berdasarkan perhitungan astronomis atau hisab, posisi hilal diprediksi telah memenuhi kriteria minimal saat pengamatan dilakukan. Ijtimak atau konjungsi menjelang Zulhijah diperkirakan terjadi pada 17 Mei 2026 sekitar pukul 03.00 WIB.

Saat matahari terbenam, posisi hilal dipantau berada pada ketinggian antara 3 derajat 37 menit hingga 6 derajat 54 menit. Sementara sudut elongasi diperkirakan mencapai 8 derajat 58 menit hingga 10 derajat 36 menit.

Meski secara teori telah memenuhi syarat, Kemenag tetap menekankan pentingnya verifikasi lapangan melalui rukyatul hilal di seluruh titik pemantauan. Pengamatan dilakukan di berbagai lokasi strategis seperti pantai, mercusuar, rooftop gedung, hingga observatorium.

Beberapa lokasi pengamatan di antaranya Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang di Aceh, Pantai Gandoriah di Pariaman, Masjid Raya Hasyim Asy’ari di Jakarta, UIN Walisongo Semarang, hingga kawasan KIPP Otorita IKN di Kalimantan Timur dan Pantai Lampu Satu di Merauke.