JAKARTA, Cobisnis.com - Amerika Serikat kembali menjatuhkan sanksi kepada seorang tokoh keuangan Iran yang diduga mengelola jaringan aset bagi Mojtaba Khamenei dan sejumlah elite pemerintahan Iran. Langkah ini menjadi bagian dari kebijakan Washington untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran.
Departemen Keuangan Amerika Serikat menetapkan Ali Ansari sebagai target sanksi. Ia dituduh mengawasi jaringan aset global yang disebut memberikan keuntungan bagi Mojtaba Khamenei dan kelompok elite Iran.
Sanksi diumumkan setelah ketegangan kedua negara kembali meningkat. Amerika Serikat sebelumnya memperketat kebijakan terhadap Iran menyusul serangan terhadap kapal dagang di Selat Hormuz.
Washington juga mencabut pengecualian yang sebelumnya memungkinkan Iran tetap mengekspor minyak ke pasar internasional. Kebijakan tersebut dinilai semakin menekan sektor energi yang menjadi salah satu sumber pendapatan utama Iran.
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menegaskan pemerintah akan terus menggunakan berbagai instrumen untuk mengisolasi elite Iran dari sistem keuangan global. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari strategi mempersempit ruang gerak ekonomi Iran.
Pemerintah Iran mengecam keputusan tersebut. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menilai sanksi baru melanggar nota kesepahaman yang sebelumnya disepakati kedua negara pada Juni lalu.
Menurut Araghchi, Iran telah memenuhi komitmennya dalam kesepakatan tersebut. Ia menegaskan kepatuhan hanya dapat berjalan apabila kedua pihak sama sama menjalankan isi kesepakatan.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Araghchi dilaporkan bertolak ke Oman untuk melanjutkan pembicaraan. Oman selama ini berperan sebagai mediator dalam komunikasi antara Washington dan Teheran.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran. Meski demikian, Washington juga menyatakan pembicaraan dengan Teheran masih terus diupayakan di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil.