JAKARTA, Cobisnis.com - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyampaikan pesan pertamanya sejak pemakaman sang ayah, Ali Khamenei. Dalam pernyataan tersebut, ia menegaskan akan membalas kematian ayahnya yang disebut gugur dalam konflik.
Mojtaba mengatakan pembalasan itu merupakan tuntutan bangsa Iran. Ia juga menyebut seluruh pihak yang dianggap bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban.
"Kami berjanji untuk membalas darah pemimpin yang gugur dan semua martir dari dua perang ini," ujar Mojtaba dalam pesan yang diunggah melalui akun Telegram resminya.
Selain menyampaikan ancaman balasan, Mojtaba mengucapkan terima kasih kepada jutaan warga yang menghadiri prosesi pemakaman Ali Khamenei. Menurutnya, kehadiran massa menunjukkan solidaritas rakyat Iran.
Ia menilai dukungan masyarakat menjadi bukti bahwa musuh Iran tidak berhasil memecah persatuan bangsa. Prosesi pemakaman disebut menjadi salah satu momen terbesar dalam sejarah negara tersebut.
Pernyataan Mojtaba muncul hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan ancaman keras kepada Iran. Trump mengklaim militer AS telah bersiaga penuh menghadapi kemungkinan serangan dari Teheran.
Melalui Truth Social, Trump menyatakan ribuan rudal telah disiapkan dan diarahkan ke Iran. Ia menegaskan serangan akan dilakukan apabila ada upaya pembunuhan terhadap Presiden Amerika Serikat.
Trump juga menyebut perintah kepada militer telah diberikan. Menurutnya, pasukan AS siap menjalankan operasi dalam jangka panjang jika ancaman dari Iran benar terjadi.
Sementara itu, dalam prosesi pemakaman Ali Khamenei, sejumlah pelayat terdengar meneriakkan slogan anti Amerika Serikat. Seruan tersebut juga disertai tuntutan pembalasan atas wafatnya pemimpin Iran itu.
Ali Khamenei dilaporkan meninggal setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut juga menewaskan sejumlah anggota keluarganya dan memicu meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.