Jamkrindo

Korea Utara Gelar Uji Rudal Hipersonik, Kim Jong-un Tegaskan Kesiapan Nuklir

Oleh Desti Dwi Natasya pada 05 Jan 2026, 18:55 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Korea Utara kembali melakukan uji coba senjata strategis dengan menembakkan rudal hipersonik yang dipimpin langsung oleh Kim Jong-un. Uji coba tersebut berlangsung pada Minggu, 4 Januari 2026, dan diklaim sebagai langkah penting untuk meningkatkan kesiapan pasukan nuklir menghadapi kemungkinan konflik berskala besar.

Pemerintah Korea Utara menyebut pengujian ini dilakukan di tengah situasi global yang semakin tidak stabil. Pyongyang menilai kondisi geopolitik internasional saat ini menuntut peningkatan kemampuan pertahanan, terutama setelah berbagai peristiwa global yang melibatkan negara-negara sekutunya.

Otoritas Korea Selatan dan Jepang melaporkan telah mendeteksi peluncuran dua rudal balistik dari wilayah sekitar Pyongyang. Peluncuran ini menjadi uji coba pertama Korea Utara pada tahun 2026 dan dilakukan hanya beberapa jam sebelum Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung bertolak ke Beijing untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi.

Sebelumnya, Lee menyatakan harapan agar Tiongkok dapat berperan sebagai penengah guna memperbaiki hubungan antara Seoul dan Pyongyang. Namun, aksi peluncuran rudal tersebut kembali menegaskan sikap keras Korea Utara di tengah dinamika diplomasi kawasan.

Melalui pernyataan resmi, Kim Jong-un menyebut uji coba ini mencerminkan kesiapan pasukan nuklir Republik Rakyat Demokratik Korea. Ia menegaskan bahwa berbagai capaian terbaru telah menempatkan kekuatan nuklir negara itu pada fondasi yang lebih nyata dan siap digunakan dalam situasi perang sesungguhnya.

Menurut Kim, pengembangan sistem senjata ini bertujuan memperkuat kemampuan pencegah nuklir secara bertahap. Ia juga menyinggung situasi geopolitik terkini yang dinilai semakin kompleks, termasuk peristiwa internasional terbaru yang berdampak besar terhadap keseimbangan global.

Kepemimpinan Korea Utara memandang situasi tersebut sebagai ancaman serius, sejalan dengan pandangan lama Pyongyang yang menilai Amerika Serikat berupaya menjatuhkan pemerintahannya. Selama puluhan tahun, program nuklir dan rudal Korea Utara selalu diklaim sebagai alat pertahanan untuk mencegah perubahan rezim.

Rudal hipersonik sendiri merupakan teknologi senjata canggih yang mampu melaju lebih dari lima kali kecepatan suara serta bermanuver di udara, sehingga sulit dideteksi dan dicegat sistem pertahanan lawan. Korea Utara pertama kali menguji sistem ini pada Oktober lalu.

Jenis senjata serupa juga telah digunakan dalam sejumlah konflik global sepanjang tahun ini, termasuk oleh Rusia dalam perang di Ukraina serta oleh Iran dalam serangan terhadap Israel, dua negara yang belakangan menjalin hubungan semakin erat dengan Pyongyang.