Makin Dewasa, Makin Doyan Beli Mainan? Fenomena Ini Punya Penjelasan

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 25 Oct 2026, 13:26 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Membeli Lego, mengoleksi figur karakter, hingga merakit miniatur bukan lagi aktivitas yang identik dengan anak-anak. Sebagian orang dewasa tetap menikmati hobi tersebut karena menawarkan ruang untuk berkreasi, mengenang masa lalu, hingga mengembangkan keterampilan.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Simulation & Gaming mencoba memahami alasan orang dewasa tetap tertarik pada miniatur. Peneliti menganalisis pengalaman penggemar miniatur berusia 18 hingga 56 tahun di Finlandia.

Hasil penelitian menunjukkan, daya tarik hobi ini tidak selalu terletak pada aktivitas bermain. Merakit, mengecat, menyusun, dan memajang figur juga dapat menjadi bagian yang menyenangkan.

Proses tersebut memberi kesempatan bagi seseorang untuk bereksperimen dengan warna, detail, dan tampilan akhir. Kepuasan muncul ketika bagian-bagian kecil berhasil disusun menjadi bentuk sesuai keinginan.

Bagi sebagian peserta penelitian, proses membuat miniatur justru lebih menarik daripada memainkan figur yang sudah selesai. Hal ini menunjukkan bahwa mainan bagi orang dewasa juga bisa menjadi sarana kreativitas dan pengembangan keterampilan.

Faktor lain yang membuat mainan tetap menarik adalah nostalgia. Penelitian yang diterbitkan dalam Qualitative Market Research, An International Journal mengkaji hubungan kenangan masa lalu dengan kebiasaan mengoleksi mainan lawas di komunitas kolektor daring.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa nostalgia dapat mendorong seseorang memulai koleksi. Mainan tertentu bisa mengingatkan pemiliknya pada masa kecil atau periode hidup yang memiliki makna khusus.

Kenangan itu juga dapat memengaruhi perkembangan koleksi seiring waktu. Keinginan mencari figur tertentu bisa muncul karena keterikatan emosional terhadap benda tersebut.

Selain kreativitas dan nostalgia, kepemilikan penghasilan sendiri turut memberi keleluasaan bagi orang dewasa untuk membeli mainan yang dahulu diinginkan. Barang yang sebelumnya hanya bisa dilihat di toko atau diharapkan sebagai hadiah kini dapat dibeli menggunakan uang sendiri.

Meski begitu, tidak semua orang dewasa mengoleksi mainan karena kenangan masa kecil. Ada pula yang baru mengenal hobi tersebut ketika dewasa, tertarik pada tantangan merakit, atau menikmati proses melengkapi koleksi.

Kreativitas, imajinasi, kepuasan mengoleksi, hubungan sosial, dan nostalgia dapat menjadi bagian dari pengalaman tersebut. Dengan demikian, ketertarikan terhadap mainan tidak selalu berhenti ketika seseorang memasuki usia dewasa.