JAKARTA, Cobisnis.com – Makkah akan menjadi salah satu lokasi yang menyaksikan fenomena astronomi langka berupa Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2027. Peristiwa tersebut diperkirakan mengubah suasana siang menjadi gelap gulita selama sekitar lima menit ketika Bulan menutupi seluruh piringan Matahari.
Fenomena ini diprediksi menjadi salah satu gerhana matahari paling istimewa pada abad ke-21. Selain Makkah, wilayah Jeddah, Taif, Abha, Jazan, hingga Al Bahah juga akan berada di jalur pengamatan gerhana total.
Saat fase totalitas berlangsung, cahaya Matahari akan tertutup sepenuhnya sehingga langit berubah gelap layaknya malam hari. Dalam kondisi tersebut, bintang dan beberapa planet bahkan dapat terlihat meski peristiwa terjadi pada siang hari.
Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027 juga disebut sebagai salah satu yang terlama di abad ini. Di lokasi terbaik seperti Luxor, Mesir, fase totalitas diperkirakan mencapai sekitar 6 menit 23 detik, menjadikannya gerhana terlama yang dapat diamati dari daratan hingga tahun 2114.
Jalur gerhana akan melintasi Samudra Atlantik sebelum bergerak ke Spanyol selatan, Gibraltar, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir, Arab Saudi, Yaman, hingga Somalia. Fenomena tersebut diperkirakan menarik perhatian ilmuwan dan pemburu gerhana dari berbagai negara.
Gerhana Matahari Total terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari sehingga menutupi seluruh piringan Matahari dari sudut pandang pengamat di Bumi. Momen ini memungkinkan ilmuwan mengamati korona Matahari yang biasanya tertutup oleh cahaya terang Matahari.
Para ahli mengingatkan masyarakat agar tidak melihat Matahari secara langsung selama gerhana tanpa pelindung khusus. Pengamatan hanya aman dilakukan menggunakan kacamata gerhana yang memenuhi standar internasional, kecuali saat fase totalitas berlangsung.
Dengan durasi yang panjang dan lintasan yang melewati sejumlah wilayah penting, Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2027 diperkirakan menjadi salah satu peristiwa astronomi terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Fenomena ini pun diprediksi menarik minat wisatawan, peneliti, dan penggemar astronomi dari seluruh dunia.