Jamkrindo

Masalah Kelistrikan Yang Membuat Pesawat Trump Putar Balik Picu Sorotan Soal Usia Air Force One

Oleh Zahra Zahwa pada 22 Jan 2026, 15:26 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Masalah kelistrikan yang terjadi pada pesawat Air Force One pada Selasa malam hingga memaksa Presiden Donald Trump membatalkan sementara penerbangan ke Eropa memunculkan kembali pertanyaan serius terkait usia pesawat kepresidenan Amerika Serikat yang sudah puluhan tahun beroperasi.

Pesawat yang mengalami gangguan tersebut adalah Boeing 747-200B yang merupakan bagian dari program VC-25A, armada yang digunakan sebagai Air Force One. Pesawat itu akhirnya mendarat dengan selamat di Maryland sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Tak lama berselang, Trump beralih ke pesawat pengganti dan kembali melanjutkan perjalanan menuju World Economic Forum di Davos, Swiss.

Menurut juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, keputusan untuk memutar balik pesawat diambil sebagai langkah kehati-hatian. Meski dikenal sebagai salah satu pesawat dengan perawatan terbaik di dunia, analis Mary Schiavo menegaskan bahwa setiap pesawat tetap memiliki sistem peringatan yang, jika menyala, mengharuskan pilot kembali dan melakukan pemeriksaan.

Pesawat tersebut pertama kali digunakan pada 1991 dan merupakan satu dari dua pesawat Boeing yang ditugaskan khusus untuk mengangkut presiden AS. Keduanya kini berusia lebih dari 30 tahun dan telah lama menjadi sasaran kritik Trump, yang sejak masa jabatan pertamanya mendorong percepatan pengadaan Air Force One baru.

Namun, upaya penggantian pesawat ini tidak berjalan cepat. Kontrak Boeing untuk mengganti dua unit Air Force One awalnya menargetkan pengiriman pada 2022, tetapi hingga kini belum terealisasi. Trump juga sempat menyebut jet sumbangan dari Qatar bisa siap digunakan pada Februari, namun belum ada indikasi pesawat tersebut akan segera masuk armada.

Dalam perkembangan lain, Angkatan Udara AS pada Desember lalu mengumumkan pembelian dua pesawat Boeing tambahan dari maskapai Jerman Lufthansa dengan nilai sekitar US$400 juta. Pesawat ini terutama akan digunakan untuk pelatihan dan suku cadang dalam rangka persiapan penggantian armada lama. Pengiriman pesawat pertama dijadwalkan awal tahun ini, sementara unit kedua diperkirakan tiba sebelum akhir 2026.

Opsi utama pengganti Air Force One saat ini adalah dua pesawat Boeing 747-8 yang tengah dimodifikasi dalam program VC-25B di San Antonio. Pesawat baru ini dirancang sebagai “Gedung Putih terbang” selama 30 tahun ke depan, lengkap dengan peningkatan sistem kelistrikan, komunikasi misi, fasilitas medis, interior eksekutif, serta kemampuan operasi darat otonom. Angkatan Udara AS menargetkan pesawat VC-25B pertama dikirim pada pertengahan 2028, atau menjelang akhir masa jabatan kedua Trump.

Insiden ini bukan yang pertama. Dalam beberapa bulan terakhir, Trump juga sempat beralih ke kendaraan udara cadangan setelah helikopter yang ia tumpangi mengalami masalah hidrolik saat kunjungan ke Inggris. Untuk melanjutkan perjalanan ke Swiss kali ini, Trump menggunakan Boeing C-32A, versi militer dari pesawat 757 yang kerap digunakan pejabat tinggi AS.

Menariknya, pesawat Air Force One yang bermasalah tersebut memiliki sejarah panjang. Pada 11 September 2001, pesawat ini digunakan untuk mengevakuasi Presiden George W. Bush usai serangan teroris, serta pernah membawa sejumlah presiden AS ke Israel untuk menghadiri pemakaman Perdana Menteri Yitzhak Rabin pada 1995.