JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan pemerintahnya masih mendorong pengurangan jumlah warga Palestina di Jalur Gaza. Ia menyebut langkah tersebut sebagai satu satunya solusi keamanan bagi Israel.
Pernyataan Katz disampaikan dalam konferensi yang digelar publikasi Israel Ynet pada Rabu, 2 September 2026. Ia mengatakan rencana tersebut masih dibahas meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut belum memberikan persetujuan penuh.
Katz menyebut depopulasi Gaza tetap menjadi tujuan pemerintah Israel. Sejumlah pejabat Israel menggunakan istilah imigrasi atau migrasi sukarela untuk menggambarkan rencana pemindahan warga Palestina dari wilayah tersebut.
“Pada akhirnya, tidak ada solusi nyata bagi Gaza tanpa migrasi ini,” kata Katz seperti dikutip Al Jazeera dari Times of Israel.
Pernyataan tersebut kembali memunculkan sorotan terhadap rencana pemindahan warga Palestina dari Gaza. Kelompok pembela hak Palestina selama ini menilai gagasan tersebut sebagai bagian dari upaya pengosongan wilayah dari penduduk Palestina.
Gagasan pengosongan Gaza sebelumnya juga pernah disuarakan sejumlah pejabat sayap kanan jauh Israel. Trump sempat mendukung gagasan tersebut pada awal masa kepresidenannya dan menyampaikan rencana agar Amerika Serikat mengambil alih wilayah Gaza setelah warga Palestina dipindahkan.
Rencana tersebut mendapat kecaman dari sejumlah negara Timur Tengah, termasuk negara yang merupakan sekutu Washington. Trump kemudian menginisiasi kesepakatan 12 poin yang menegaskan warga Palestina tidak boleh dipaksa meninggalkan Gaza.
Dalam kesepakatan tersebut disebutkan bahwa warga Palestina yang ingin tetap tinggal akan didorong untuk menetap dan membangun kembali Gaza. Mereka yang ingin pergi juga disebut memiliki kebebasan untuk melakukannya dan kembali.
Katz mengatakan pemerintah Israel siap mengambil alih Gaza melalui berbagai cara yang diperlukan. Namun, Mesir yang berbatasan langsung dengan Gaza disebut menolak menerima pengungsi Palestina.
Menurut Katz, negara lain yang bersedia menerima warga Palestina yang terusir membutuhkan dukungan Amerika Serikat. Ia menilai Washington saat ini belum sepenuhnya membatalkan rencana tersebut, melainkan hanya membekukannya.
Katz menegaskan pembahasan mengenai rencana pemindahan warga Palestina masih berlangsung. Ia juga mengatakan Israel tetap membutuhkan dukungan Amerika Serikat jika rencana tersebut ingin diwujudkan.