JAKARTA, Cobisnis.com - PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) memperkuat kesiapsiagaan pekerja dalam menghadapi kondisi darurat melalui kegiatan Awareness dan Pelatihan Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Pemadam Kebakaran Sektor 2 Koja, Jakarta Utara, pada Rabu (21/10/2026).
Pelatihan ini diikuti pekerja PSL bersama sejumlah pekerja dari anak perusahaan. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman, kewaspadaan, serta kemampuan pekerja dalam melakukan respons awal terhadap potensi kebakaran.
Para peserta mendapatkan materi mengenai prinsip dasar penanganan kebakaran dan penggunaan APAR secara tepat dan efektif. Mereka juga berkesempatan mempraktikkan secara langsung penggunaan alat pemadam tersebut.
Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Dewi Fitriyani, mengatakan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat merupakan bagian penting dari budaya keselamatan yang perlu dibangun secara konsisten dengan melibatkan seluruh pekerja.
“Keselamatan bukan hanya mengenai ketersediaan perangkat atau prosedur, tetapi juga kesiapan setiap individu untuk mengenali risiko dan mengambil tindakan yang tepat. Karena itu, kami terus membangun kesadaran dan kompetensi pekerja melalui edukasi, simulasi maupun pelatihan, sehingga setiap pekerja memiliki kesiapan untuk merespons kondisi darurat secara cepat, tepat, dan tetap mengutamakan keselamatan,” ungkap Dewi.
Menurut Dewi, penguatan kesiapsiagaan di lingkungan PSL dilakukan melalui pendekatan menyeluruh, mulai dari peningkatan kompetensi pekerja hingga penyediaan sarana pendukung keselamatan. Perusahaan juga telah membentuk Tim Tanggap Darurat yang bertugas melakukan respons awal dan koordinasi ketika terjadi kondisi darurat di lingkungan kerja.
Dari sisi sarana, PSL memastikan ketersediaan berbagai perangkat keselamatan dan proteksi kebakaran, antara lain APAR, hidran, sistem sprinkler otomatis, serta smoke detector. Perangkat tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung deteksi dini dan penanganan awal apabila terjadi potensi kebakaran.
Upaya penguatan keselamatan juga dilakukan melalui edukasi secara berkala. PSL rutin menyampaikan informasi dan pengingat mengenai keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui sosialisasi, materi komunikasi, serta flyer awareness. Selain itu, perusahaan melaksanakan safety briefing untuk memastikan aspek keselamatan tetap menjadi perhatian dalam aktivitas kerja sehari-hari.
“Pembangunan budaya keselamatan membutuhkan konsistensi. Karena itu, edukasi dan pengingat K3 perlu hadir secara berkelanjutan, bukan hanya ketika terjadi keadaan darurat. Kami ingin keselamatan menjadi bagian dari kebiasaan kerja, sehingga setiap orang memahami perannya dan memiliki kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun lingkungan kerja,” lanjut Dewi.
Kegiatan Awareness dan Pelatihan Penggunaan APAR tersebut turut melibatkan instruktur dari Pemadam Kebakaran Sektor 2 Koja. Materi pelatihan mencakup pemahaman dasar mengenai potensi dan karakteristik kebakaran, langkah penanganan awal, serta praktik penggunaan APAR secara langsung.
Bagi PSL, penguatan kesadaran keselamatan atau safety awareness merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman, tanggap, dan siap menghadapi berbagai kondisi darurat.
Melalui peningkatan kompetensi pekerja, kesiapan sumber daya manusia, penyediaan sarana keselamatan, serta komunikasi K3 yang berkelanjutan, PSL terus mendorong terbentuknya budaya keselamatan yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan terhadap prosedur, tetapi juga pada kesiapan setiap pekerja untuk mengambil tindakan yang tepat saat menghadapi situasi darurat.