Terungkap! Penerima MBG Justru Didominasi Siswa dari Keluarga Kaya

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 21 Oct 2026, 10:50 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengungkap distribusi penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) masih lebih banyak menjangkau siswa dari keluarga kaya dibandingkan keluarga miskin. Sebaran penerima juga masih terkonsentrasi di perkotaan dibandingkan wilayah pedesaan.

Temuan tersebut disampaikan anggota DEN Mochamad Firman Hidayat berdasarkan data distribusi penerima MBG per September 2026. DEN menilai pemerintah perlu memperbaiki sasaran program agar manfaatnya lebih banyak dirasakan kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Firman mengatakan penyaluran MBG perlu lebih memprioritaskan siswa dari keluarga miskin, terutama yang tinggal di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta pedesaan. Langkah tersebut dinilai penting agar manfaat program dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.

Di sisi lain, kajian DEN menunjukkan MBG berpotensi mengurangi ketidakhadiran siswa di sekolah, meningkatkan semangat belajar, dan mengurangi rasa lapar selama kegiatan belajar. Kajian ini disusun bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah lembaga lain.

Penelitian tersebut menggunakan modul khusus dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang mulai diterapkan sejak September 2025. Survei mencakup seluruh wilayah Indonesia dan mengukur dampak MBG terhadap kehadiran, semangat belajar, serta rasa lapar siswa di sekolah.

Menurut Firman, siswa penerima MBG cenderung lebih jarang absen dibandingkan siswa yang tidak menerima program tersebut. Perbedaan itu bahkan terlihat cukup besar pada kelompok masyarakat paling miskin atau desil 1.

DEN juga menemukan bahwa penurunan ketidakhadiran siswa semakin besar seiring meningkatnya intensitas penerimaan MBG di sekolah. Temuan ini menunjukkan program tersebut berpotensi mendukung kehadiran siswa, terutama jika penyalurannya menjangkau kelompok yang tepat.

Selain kehadiran, kualitas makanan turut berkaitan dengan semangat belajar. Berdasarkan studi DEN, sebanyak 95 persen siswa penerima MBG menyatakan semangat belajar meningkat ketika kualitas menu yang diterima dinilai sangat baik.

Angka tersebut menurun ketika kualitas menu dinilai buruk. Karena itu, Firman menyampaikan rekomendasi kepada Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah memperhatikan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.

DEN merekomendasikan dua perbaikan utama, yakni meningkatkan kualitas menu dan memprioritaskan penerima dari keluarga miskin, khususnya di pedesaan serta wilayah 3T. Dengan perbaikan sasaran dan kualitas makanan, program MBG diharapkan memberi manfaat yang lebih merata bagi siswa di seluruh Indonesia.