Jamkrindo

Pemerintah Tawarkan ORI029, Targetkan Penghimpunan Dana Rp25 Triliun

Oleh Desti Dwi Natasya pada 27 Jan 2026, 09:23 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Keuangan kembali menghadirkan instrumen investasi ritel berupa Surat Berharga Negara (SBN) melalui penerbitan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029. Pemerintah membidik dana sebesar Rp25 triliun dari penjualan dua seri ORI terbaru tersebut.

Dana yang dihimpun dari ORI029 diproyeksikan menjadi salah satu sumber pembiayaan utama bagi berbagai program strategis dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026. Masa penawaran resmi dimulai pada Senin, 26 Januari 2026 pukul 09.00 WIB dan akan berakhir pada 19 Februari 2026.

Pelaksana Tugas Direktur Surat Utang Negara Kementerian Keuangan, Novi Puspita Wardani, menjelaskan bahwa ORI029 ditawarkan dalam dua pilihan tenor, yakni ORI029T3 dengan jangka waktu tiga tahun dan ORI029T6 dengan tenor enam tahun. Skema ini diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan investasi masyarakat dengan preferensi waktu yang berbeda.

“Mulai pukul 09.00 WIB hari ini, masyarakat sudah dapat membeli ORI029. Kami menyediakan dua tenor agar investor bisa menyesuaikan dengan kebutuhan, baik jangka pendek maupun lebih panjang,” ujar Novi dalam media briefing di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Untuk menarik minat investor, pemerintah menetapkan kupon tetap (fixed rate) dengan tingkat imbal hasil yang kompetitif. ORI029T3 yang akan jatuh tempo pada 15 Februari 2029 menawarkan kupon sebesar 5,45 persen per tahun dengan batas maksimal pembelian Rp5 miliar per investor.

Sementara itu, ORI029T6 yang jatuh tempo pada 15 Februari 2032 memberikan imbal hasil lebih tinggi, yakni 5,80 persen per tahun, dengan plafon pembelian maksimal Rp10 miliar.

Meski demikian, ORI029 tetap dirancang inklusif bagi investor ritel karena nilai minimal pemesanan ditetapkan sebesar Rp1 juta. Pembatasan nilai maksimal pembelian diberlakukan untuk menjaga pemerataan akses bagi masyarakat luas.

“Kalau tidak ada batasan maksimum, investor besar bisa menyerap porsi besar SBN ritel. Padahal kami ingin masyarakat yang baru belajar berinvestasi dengan dana terbatas tetap punya kesempatan,” jelas Novi.

Ia menambahkan, dana yang diperoleh dari ORI029 akan langsung dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan pembangunan nasional melalui APBN. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh keuntungan finansial, tetapi juga berkontribusi terhadap pembiayaan negara.

“Selain imbal hasil, ada nilai sosial yang didapatkan. Dengan membeli SBN, investor ikut berperan dalam mendukung pembiayaan APBN,” kata Novi.

ORI029 dapat dibeli secara daring melalui 28 mitra distribusi resmi, yang terdiri dari 18 bank umum, enam perusahaan sekuritas, serta empat platform finansial digital. Beberapa di antaranya meliputi BNI, BRI, Bank Mandiri, BTN, BCA, Bank Mega, Danamon, Permata Bank, HSBC, OCBC, CIMB Niaga, hingga platform investasi seperti Bibit, Bareksa, Tanamduit, dan FUNDtastic.