JAKARTA, Cobisnis.com – Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Senin (26/1/2026) waktu setempat, di tengah perhatian investor terhadap dinamika politik global dan agenda ekonomi penting pekan ini.
Indeks S&P 500 naik 0,50 persen dan berakhir di level 6.950,23. Dow Jones Industrial Average menguat 313,69 poin atau 0,64 persen ke posisi 49.412,40, sementara Nasdaq Composite naik 0,43 persen ke level 23.601,36.
Penguatan Wall Street terutama ditopang oleh kinerja saham-saham teknologi utama. Investor mulai melakukan akumulasi menjelang rilis laporan keuangan sejumlah emiten raksasa sektor teknologi.
Saham Apple melonjak sekitar 3 persen pada perdagangan tersebut. Meta Platforms mencatat kenaikan sekitar 2 persen, sementara Microsoft menguat sekitar 1 persen dan ikut menopang pergerakan Nasdaq.
Sentimen pasar juga dipengaruhi isu perdagangan internasional setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif hingga 100 persen terhadap produk asal Kanada.
Ancaman tersebut dikaitkan dengan kemungkinan Kanada menjalin kesepakatan dagang dengan China. Namun, Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan pemerintahannya tidak berniat menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan Beijing.
Analis Vital Knowledge, Adam Crisafulli, menilai pasar masih relatif tenang menghadapi isu tersebut. Menurutnya, investor belum sepenuhnya yakin ancaman tarif akan benar-benar direalisasikan dalam waktu dekat.
Meski demikian, penggunaan tarif sebagai alat tekanan politik secara berulang dinilai perlahan menggerus sentimen investor, terutama di tengah ketidakpastian hubungan dagang global.
Dari dalam negeri Amerika Serikat, pelaku pasar juga mencermati ketegangan politik di Washington. Insiden penembakan warga negara AS oleh agen imigrasi federal kembali memicu kekhawatiran stabilitas politik.
Situasi tersebut diperparah dengan potensi penutupan pemerintahan, menyusul penolakan sejumlah senator Demokrat terhadap paket pendanaan senilai 1,2 triliun dollar AS.
Di tengah meningkatnya risiko politik dan fiskal, harga emas melonjak tajam dan mencetak rekor tertinggi baru. Harga emas bahkan sempat menembus level 5.100 dollar AS per ons sebagai aset lindung nilai.
Strategist U.S. Bank Asset Management Group, Tom Hainlin, menilai kondisi konsumen dan dunia usaha masih relatif solid. Perusahaan-perusahaan besar tetap membukukan laba dan mengalokasikan investasi ke sektor kecerdasan buatan dan produktivitas.
Dari sisi korporasi, lebih dari 90 emiten anggota S&P 500 dijadwalkan merilis laporan keuangan pekan ini. Saham-saham teknologi seperti Meta, Tesla, Microsoft, dan Apple menjadi sorotan utama investor.
Data FactSet menunjukkan sekitar 76 persen perusahaan yang telah melaporkan kinerja berhasil melampaui ekspektasi pasar, meski beberapa saham seperti Intel dan Netflix justru melemah.
Sementara itu, Federal Reserve dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga pertamanya tahun ini pada Rabu. Bank sentral diperkirakan menahan suku bunga, dengan pasar menanti sinyal waktu pemangkasan berikutnya.