JAKARTA, Cobisnis.com – Prabowo Subianto meresmikan penyerahan alutsista baru kepada TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (18/5/2026).
Pemerintah menyerahkan 11 pesawat dan delapan sistem persenjataan modern. Langkah tersebut bertujuan memperkuat pertahanan udara Indonesia.
Acara dimulai dengan peresmian Skadron Udara 12. Prabowo kemudian membuka tirai logo pada badan pesawat Rafale.
Setelah itu, Prabowo meninjau langsung berbagai alutsista yang baru diterima TNI. Selain itu, ia juga mengecek kesiapan sejumlah sistem pertahanan modern.
TNI menerima enam jet tempur Rafale, empat Falcon 8X, dan satu Airbus A400M Atlas MRTT. Ketiga jenis pesawat tersebut memiliki fungsi berbeda untuk mendukung operasi militer.
Rafale memakai tipe MRCA Standard 4.1 dan menggunakan dua mesin M88. Karena itu, pesawat mampu bermanuver dengan cepat di udara.
Selain itu, Rafale membawa persenjataan modern seperti Meteor, MICA, dan A2SM Hammer. Pesawat tersebut juga memakai radar RBE2 AESA dan sistem TALIOS terbaru.
Sementara itu, Falcon 8X berfungsi sebagai pesawat angkut VIP. Pesawat ini menggunakan mesin PW-307D dan sistem Honeywell GTCP36-150FB.
Falcon 8X juga mendapat dukungan perawatan melalui program CAMP 1C dan FalconCare. Selain itu, pesawat memakai sistem avionik EASy III.
Di sisi lain, Airbus A400M Atlas MRTT mampu mengangkut muatan hingga 37 ton metrik. Pesawat tersebut juga memiliki kapasitas volume mencapai 340 meter kubik.
Airbus A400M dapat terbang hingga ketinggian 40 ribu kaki. Selain itu, pesawat mampu menempuh jarak 3.400 mil laut dengan muatan 20 ton.
Pemerintah juga menyerahkan sejumlah sistem persenjataan tambahan. Salah satunya misil Meteor dengan bobot 190 kilogram.
Misil tersebut memakai sistem navigasi berbasis inersia dan panduan terminal otonom. Karena itu, misil mampu meningkatkan akurasi serangan udara.
TNI juga menerima enam unit bom pintar AASM Hammer Family. Senjata tersebut mampu menyerang banyak target dalam berbagai kondisi cuaca.
Selain itu, pemerintah menyerahkan radar GCI GM403 dengan jangkauan hingga 515 kilometer. Radar tersebut dilengkapi active tracking dan digital stacked beam.
Prabowo menilai penambahan alutsista penting untuk memperkuat pertahanan nasional. Menurutnya, Indonesia harus meningkatkan kemampuan militer sebagai langkah penangkal ancaman.
Ia juga menegaskan seluruh alutsista digunakan untuk menjaga kedaulatan wilayah Indonesia. Karena itu, pemerintah terus memperkuat sistem pertahanan nasional.