JAKARTA, Cobisnis.com – PT Pratama Mitra Sejati, anak usaha PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk atau Tugu Insurance, mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang tahun 2025. Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta bersama jajaran direksi, komisaris, dan pemegang saham.
Di bawah kepemimpinan Presiden Direktur Quartantyo Wijanarko dan Direktur Diky Firdaus, Perseroan berhasil meningkatkan pendapatan usaha menjadi Rp443,8 miliar. Angka tersebut tumbuh 3,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp428,1 miliar.
Selain pendapatan yang meningkat, laba bersih Perseroan juga menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi. Pratama Mitra Sejati membukukan laba bersih sebesar Rp95,1 miliar atau naik 13,01 persen dibandingkan laba tahun 2024 yang sebesar Rp84,2 miliar.
Pertumbuhan kinerja tersebut didukung oleh operasional yang solid serta fokus perusahaan dalam menjaga kualitas layanan dan kepuasan pelanggan. Perseroan juga terus menerapkan tata kelola perusahaan yang baik guna mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Sejalan dengan penguatan kinerja operasional, Pratama Mitra Sejati berhasil memperoleh peringkat idA/Stable dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Peringkat tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi komitmen finansial serta dukungan kuat dari para pemegang saham.
Quartantyo Wijanarko menjelaskan bahwa pertumbuhan perusahaan didorong oleh bisnis utama di sektor jasa sewa kendaraan melalui brand Tugu Rent dan penyewaan ruang kantor melalui Wisma Tugu. Kedua segmen tersebut menjadi penopang utama dalam menyediakan solusi mobilitas dan ruang kerja bagi pelanggan korporasi maupun individu.
Di tengah tantangan ekonomi makro sepanjang 2025, perusahaan tetap mampu mencatatkan kinerja keuangan yang positif. Perseroan juga berkomitmen memberikan dividen kepada para pemegang saham sebagai bentuk apresiasi atas dukungan yang diberikan.
Ke depan, Pratama Mitra Sejati akan terus memperkuat strategi bisnis melalui penerapan manajemen risiko dan penguatan brand perusahaan. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung kebutuhan mobilitas dan operasional pelanggan sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.