Presiden Nikaragua Daniel Ortega Sebut Negara Tak Lagi Mengadakan Pemilu

Oleh Zahra Zahwa pada 21 Jul 2026, 12:33 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Nikaragua Daniel Ortega menyatakan negaranya tidak akan lagi menggelar pemilihan umum. Pernyataan itu memperkecil peluang munculnya penantang politik ketika masa jabatannya berakhir tahun depan.

Ortega telah memimpin Nikaragua secara berkelanjutan sejak 2007. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai presiden pada dekade 1980-an.

Dalam pidatonya pada Minggu malam, Ortega mengatakan tidak akan ada lagi pemilu yang dapat dimanfaatkan pihak oposisi untuk merebut kekuasaan. Namun, ia belum menjelaskan mekanisme atau dasar hukum untuk menerapkan kebijakan tersebut.

Pidato itu bertepatan dengan peringatan Revolusi Sandinista 1979. Saat itu, Ortega ikut menggulingkan pemerintahan Anastasio Somoza yang didukung Amerika Serikat.

Selain itu, Ortega menegaskan era partai-partai yang didukung Amerika Serikat dan kelompok Somocista telah berakhir. Ia juga menyatakan mereka tidak akan kembali berkuasa di Nikaragua.

Pidato tersebut menjadi penampilan publik pertama Ortega dalam dua bulan terakhir. Presiden berusia 80 tahun itu kembali menegaskan posisinya di tengah sorotan terhadap kondisi politik negaranya.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat belum memberikan tanggapan atas pernyataan Ortega. Di sisi lain, pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya menyebut pemerintahan Ortega sebagai kediktatoran.

Karena itu, Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi kepada lebih dari 2.350 pejabat Nikaragua beserta anggota keluarga mereka. Langkah tersebut menjadi bagian dari tekanan Washington terhadap pemerintahan Ortega.