Pria di China Datangi Klinik untuk Keluhan Satu Gigi, Akhirnya Berujung Petaka

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 12 Jul 2026, 10:22 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Otoritas kesehatan di Provinsi Shaanxi, China, menjatuhkan sanksi kepada sebuah klinik gigi setelah mencabut seluruh gigi milik seorang pria berusia 63 tahun. Padahal, pasien bermarga Li itu hanya datang untuk memeriksakan satu gigi yang terasa sakit.

Li masih memiliki 12 gigi saat mendatangi Datuanyuan Dental Clinic pada September 2025. Setelah tergiur promosi implan instan, pemeriksaan gratis, dan layanan antar-jemput, seluruh giginya justru dicabut dalam satu kali tindakan.

Usai pencabutan, klinik memasang 10 implan gigi dan menarik biaya sebesar 18.800 yuan atau sekitar Rp50 juta dari rekening bank serta dompet digital Li. Tabungannya ludes, tetapi ia masih dibebani tagihan 6.200 yuan, sementara uang yang tersisa hanya sekitar 30 yuan atau Rp80 ribu.

Kondisi itu membuat keluarga mempertanyakan tindakan klinik. Li diketahui memiliki riwayat penyakit jantung koroner, pernah mengalami serangan jantung, menderita diabetes, hipertensi, serta telah menjalani pemasangan empat stent. Saat ditemukan keluarganya, mulut Li juga masih dipenuhi darah.

Dokter spesialis bedah mulut dari Renmin Hospital of Wuhan University, Fu Dongjie, mengatakan pasien diabetes tidak disarankan langsung menjalani pemasangan implan sebelum kondisinya terkendali. Ia juga mengingatkan pencabutan banyak gigi dan pemasangan implan dalam satu prosedur dapat meningkatkan risiko komplikasi.

Kecurigaan keluarga semakin kuat setelah menemukan sejumlah kejanggalan dalam rekam medis. Dokumen pasien mencantumkan jenis kelamin perempuan, sementara beberapa berkas penting baru diberikan beberapa bulan setelah tindakan dilakukan. Keluarga pun melaporkan klinik itu sebanyak tiga kali kepada biro kesehatan.

Hasil penyelidikan pada Juli 2026 menyatakan klinik melanggar prosedur pelayanan medis, mulai dari tidak menawarkan pilihan terapi, tidak melakukan pemeriksaan praoperasi secara menyeluruh, hingga menyusun rekam medis yang tidak sesuai standar. Otoritas memerintahkan klinik mengembalikan seluruh biaya perawatan dan menutup sementara operasionalnya hingga proses pembenahan selesai.