Ratusan Dapur MBG Ditutup Permanen, BGN Tegas Tindak Pelanggaran Tata Kelola

Oleh Hidayat Taufik pada 27 Jul 2026, 17:47 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan operasional secara permanen sebanyak 833 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Penutupan dilakukan setelah ditemukan berbagai pelanggaran terhadap standar tata kelola dan kualitas layanan.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, keputusan tersebut mulai berlaku pada Senin (27/7/2026). Ratusan dapur yang ditutup terdiri atas 98 dapur di wilayah Sumatera, 311 dapur di Jawa dan Madura, serta 424 dapur di Kalimantan hingga Papua.

"Per hari ini kami telah menghentikan secara permanen operasional 833 dapur karena terbukti melakukan pelanggaran," ujar Sudaryono di Kantor BGN, Jakarta Pusat.

Menurutnya, berbeda dengan penghentian sementara yang pernah diterapkan sebelumnya, dapur yang kini ditutup permanen tidak lagi menerima pembayaran maupun insentif dari pemerintah.

Sudaryono menjelaskan, mayoritas pelanggaran berkaitan dengan aspek higienitas, sanitasi, kualitas makanan, potensi keracunan, hingga fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tidak memenuhi standar.

Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pembenahan tata kelola Program MBG agar berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Selain melakukan penindakan terhadap dapur bermasalah, BGN juga berkomitmen meningkatkan transparansi pelaksanaan program. Ke depan, masyarakat akan dilibatkan dalam pengawasan terhadap menu dan kualitas makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat.

Sudaryono menegaskan pihaknya akan terus melakukan pembenahan internal dan memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti melanggar aturan demi menjaga kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.