Rusia Tetap Lanjutkan Investasi Migas di Indonesia lewat Proyek Blok Tuna

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 15 May 2026, 19:12 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Kementerian ESDM memastikan Zarubezhneft tetap melanjutkan pengembangan proyek Blok Tuna di Laut Natuna. Proyek tersebut disebut akan kembali berjalan mulai Juni mendatang.

Kepastian itu disampaikan usai pertemuan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung dengan perwakilan perusahaan di Kazan, Rusia.

Sebelumnya, proyek Blok Tuna sempat tertunda setelah Premier Oil, anak usaha Harbour Energy, mundur dari kerja sama pengembangan proyek.

Pemerintah menyebut Zarubezhneft telah menyatakan komitmen penuh untuk melanjutkan proyek tersebut. Indonesia juga siap memberikan dukungan agar pengembangannya kembali berjalan sesuai rencana.

Perusahaan Rusia itu diketahui masuk ke proyek migas Indonesia sejak 2020 melalui akuisisi 50 persen participating interest lewat anak usahanya, ZN Asia Ltd.

Selain Blok Tuna, Zarubezhneft juga tertarik mengembangkan proyek migas lain di Indonesia, terutama yang menggunakan teknologi enhanced oil recovery atau EOR untuk meningkatkan produksi sumur tua.

Perusahaan juga berminat mengaktifkan kembali idle well atau sumur minyak yang sudah tidak beroperasi. Pemerintah menilai investasi asing seperti ini masih penting untuk menjaga produksi migas nasional.