JAKARTA, Cobisnis.com – Sedikitnya tiga orang tewas setelah Rusia melancarkan serangan drone dan rudal terbesar dalam satu bulan terakhir di berbagai wilayah Ukraina, menurut Presiden Volodymyr Zelensky pada Sabtu. Dalam serangan yang berlangsung sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari, Moskow melepaskan sekitar 36 rudal dan hampir 600 drone. Sebagian besar wilayah Kyiv kini mengalami pemadaman listrik.
Zelensky menyebut bahwa target utama serangan ini adalah infrastruktur energi dan fasilitas sipil, yang menyebabkan kerusakan besar serta kebakaran di beberapa bangunan tempat tinggal. Sejauh ini, puluhan warga dilaporkan terluka dan tiga orang tewas.
Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, menggambarkan serangan tersebut sebagai “malam yang berat,” terutama di Kyiv. Dua orang, termasuk pria berusia 42 tahun, tewas di ibu kota, sementara 15 lainnya luka-luka, termasuk seorang anak. Belum jelas lokasi korban tewas ketiga.
Penduduk Kyiv kembali menghadapi malam panjang dengan status siaga udara selama lebih dari sepuluh jam. Ledakan keras terdengar di langit kota, sementara drone terus terdeteksi oleh pertahanan udara Ukraina. Foto-foto Reuters menunjukkan petugas darurat berupaya memasuki gedung bertingkat yang mengalami kerusakan parah puluhan jendela pecah dan sebagian fasad hangus terbakar.
Polandia turut mengerahkan jet tempur dan sistem pertahanan udara sebagai langkah pencegahan setelah serangan besar ini. Sementara itu, Kementerian Energi Ukraina melaporkan lebih dari 600.000 warga kehilangan aliran listrik.
Sebanyak lebih dari 500.000 pelanggan di Kyiv, lebih dari 100.000 di wilayah Kyiv, dan hampir 8.000 di wilayah Kharkiv terdampak pemadaman listrik akibat serangan tersebut.