JAKARTA, Cobisnis.com Amerika Serikat mengambil langkah pengamanan dengan memerintahkan pegawai pemerintah non-esensial beserta keluarga mereka meninggalkan perwakilan diplomatik AS di Arab Saudi.
Keputusan ini menyusul meningkatnya aktivitas serangan kelompok Houthi yang menargetkan sejumlah wilayah di negara tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Tommy Pigott, mengatakan bahwa kelompok Houthi yang didukung Iran semakin intensif melakukan serangan terhadap Arab Saudi. Aksi tersebut dilaporkan menyasar fasilitas publik, termasuk bandara sipil dan infrastruktur penting lainnya.
"Kelompok Houthi yang didukung Iran semakin sering melakukan tindakan permusuhan terhadap Arab Saudi, termasuk serangan ke bandara sipil dan infrastruktur penting lainnya, yang mengakibatkan jatuhnya korban sipil serta gangguan perjalanan yang parah," kata Pigott, dikutip Jumat (23/10/2026).
Pigott menambahkan bahwa keselamatan pegawai diplomatik beserta keluarga mereka menjadi perhatian utama pemerintah AS. Washington berkomitmen mengambil langkah perlindungan yang diperlukan untuk menjaga keamanan personelnya.
Ia juga meluruskan kabar mengenai rencana penarikan sebagian staf dari kedutaan-kedutaan besar AS di kawasan Teluk. Menurut Pigott, laporan yang beredar sebelumnya mengenai rencana tersebut tidak sesuai dengan informasi yang sebenarnya.
Di sisi lain, empat pejabat AS yang identitasnya tidak diungkapkan menyampaikan bahwa perwakilan diplomatik AS di sejumlah negara Teluk juga akan meminta keluarga para staf meninggalkan wilayah tersebut.
Langkah pengamanan ini berlangsung setelah AS melakukan penyesuaian penempatan personel diplomatik dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, Washington menarik banyak staf dari kawasan itu menyusul serangan Iran terhadap fasilitas milik AS.
Ketegangan terbaru juga terjadi ketika pertempuran di Yaman semakin meningkat dan memperluas eskalasi konflik regional. Pada Rabu (21/10/2026), Kedutaan Besar AS di Riyadh mengeluarkan peringatan mengenai kemungkinan serangan susulan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi.
Pada awal Maret 2026, gedung Kedutaan Besar AS di Riyadh yang juga menampung kantor perwakilan CIA dilaporkan menjadi sasaran serangan drone. Insiden itu terjadi ketika Iran melancarkan serangkaian serangan di berbagai wilayah kawasan tersebut.