JAKARTA, Cobisnis.com – Riset dompet digital 2026 yang dilakukan MarkPlus menunjukkan QRIS menjadi fitur pembayaran paling banyak digunakan konsumen Indonesia, sementara ShopeePay menempati posisi teratas dalam sejumlah indikator penggunaan dan rekomendasi. Temuan dalam riset bertajuk “E-Wallet Research 2026: Usage Behavior & QRIS Landscape” tersebut didasarkan pada survei terhadap 400 responden di berbagai kota di Indonesia.
Riset itu mencatat 90,3% responden telah menggunakan dompet digital selama lebih dari dua tahun. Kondisi tersebut menunjukkan penggunaan layanan pembayaran digital semakin melekat dalam aktivitas sehari-hari, dengan konsumen mempertimbangkan kemudahan transaksi, fleksibilitas layanan, serta manfaat finansial seperti cashback, gratis biaya transfer, dan potongan harga.
Berdasarkan frekuensi penggunaan, ShopeePay menempati peringkat pertama dengan persentase 40%, diikuti GoPay sebesar 34,3%, DANA 15,3%, dan OVO 1,8%. ShopeePay juga menjadi dompet digital yang paling direkomendasikan responden dengan persentase 38%, disusul GoPay 35,5%, DANA 13,8%, LinkAja 2,5%, dan OVO 1,8%.
Chief Marketing Officer MarkPlus Corp (MCorp), Yosanova Savitry, mengatakan ekspektasi konsumen terhadap dompet digital terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan layanan tersebut. Menurutnya, penyedia layanan perlu menghadirkan pengalaman transaksi yang mudah diakses, praktis, dan memberikan manfaat finansial yang relevan untuk mempertahankan daya saing.
QRIS Jadi Fitur Dompet Digital Paling Banyak Digunakan
Dalam riset MarkPlus, pembayaran melalui QRIS menjadi fitur dompet digital yang paling banyak digunakan, dengan persentase 85,3% responden. Berikutnya, transfer uang ke rekening bank atau dompet digital lain mencapai 77,3%, belanja daring 70,8%, serta pembelian produk digital 69%.
Di antara responden yang sering menggunakan QRIS, kemudahan dan kecepatan transaksi menjadi pertimbangan utama dengan persentase 80,8%. Faktor lainnya meliputi luasnya jaringan merchant sebesar 54,4% serta promosi dan cashback sebesar 51,3%.
Untuk indikator merek yang pertama kali terlintas saat melakukan transaksi QRIS atau top of mind, ShopeePay memperoleh 37,7%, diikuti GoPay 35,5% dan DANA 17,8%. ShopeePay juga mencatat frekuensi penggunaan tertinggi untuk transaksi QRIS di antara responden yang sering menggunakan fitur tersebut, yakni 40,5%, disusul GoPay 32,6% dan DANA 16,1%.
Yosanova menyebut 30% responden yang sering menggunakan QRIS mempertimbangkan ketersediaan beragam pilihan sumber dana saat memilih dompet digital. Temuan tersebut menunjukkan bahwa fleksibilitas pembayaran turut menjadi pertimbangan konsumen di samping kecepatan dan kemudahan transaksi.
ShopeePay Catat Penggunaan Tinggi untuk Transfer dan Produk Digital
Selain QRIS, transfer uang menjadi salah satu fitur penting dalam penggunaan dompet digital. Riset MarkPlus menunjukkan ShopeePay mencatat frekuensi penggunaan tertinggi untuk transaksi transfer dana dengan persentase 41,8%, diikuti GoPay 33,7% dan DANA 17,7%.
Dompet digital juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan produk digital, seperti pembelian pulsa, paket data, dan token listrik. Sebanyak 69% responden memanfaatkan dompet digital untuk pembelian produk digital, sementara 65,6% mempertimbangkan harga kompetitif saat memilih platform.
Dalam kategori tersebut, ShopeePay mencatat persentase penggunaan tertinggi sebesar 39,5%. Hasil ini memperlihatkan bahwa harga, kemudahan penggunaan, dan kecepatan transaksi menjadi sejumlah faktor yang dipertimbangkan konsumen ketika membeli produk digital.
Promosi dan Layanan Kredit Digital Ikut Menjadi Pertimbangan
Promosi juga menjadi faktor yang memengaruhi preferensi konsumen terhadap dompet digital. Dalam riset tersebut, ShopeePay menempati posisi pertama sebagai layanan yang dinilai paling banyak menawarkan promosi, dengan persentase 56,8%, diikuti GoPay 33,5%, DANA 4,8%, dan OVO 2%.
Yosanova mengatakan promosi dapat menarik minat konsumen, tetapi manfaat jangka panjang bergantung pada relevansi penawaran dalam transaksi sehari-hari. Menurutnya, penghematan yang konsisten dan layanan yang dapat diandalkan berperan penting dalam membangun kebiasaan penggunaan serta preferensi konsumen.
Riset MarkPlus turut memetakan penggunaan layanan kredit digital. Sebanyak 86,5% responden menyatakan pernah menggunakan fitur kredit digital, dan 90,8% dari kelompok tersebut pernah menggunakan PayLater. Di antara pengguna PayLater, SPayLater menjadi layanan buy now, pay later (BNPL) yang paling banyak digunakan dengan persentase 77,4%.
Secara keseluruhan, hasil riset ini menggambarkan bahwa konsumen semakin mempertimbangkan kombinasi kemudahan, fleksibilitas, biaya, dan promosi ketika memilih layanan keuangan digital. Bagi penyedia layanan, pemahaman terhadap kebutuhan tersebut menjadi salah satu dasar untuk menghadirkan pengalaman transaksi yang praktis, terjangkau, dan dapat diandalkan.