Modal Asing Diburu, Danantara Pasang Target Rp500 Triliun di Bali

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 23 Oct 2026, 09:04 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Danantara Indonesia menargetkan mobilisasi investasi sebesar US$30 miliar atau sekitar Rp500 triliun melalui New Asia Forum (NAF) 2026. Forum yang dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 4 Desember 2026 tersebut akan digelar di Bali.

Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan forum ini akan mempertemukan investor global dengan proyek-proyek strategis di Indonesia. Danantara menargetkan pertemuan tersebut menghasilkan komitmen modal dan kesepakatan investasi yang dapat ditindaklanjuti.

Pandu menjelaskan, mandat Danantara Investment Management adalah menarik modal swasta dan global untuk berinvestasi bersama di sektor-sektor strategis Indonesia. Melalui NAF 2026, Danantara juga akan mengumumkan komitmen modal dan investasi strategis.

Danantara ingin memperkuat posisinya sebagai investor jangkar atau anchor investor yang dapat mendorong masuknya modal berkualitas ke Indonesia. Peran tersebut diharapkan membantu mempertemukan kebutuhan pendanaan proyek dengan investor yang memiliki orientasi jangka panjang.

Managing Director Global Relations & Communications BPI Danantara, Pahala Nugraha Mansury, menilai perubahan geopolitik dan pergeseran arus modal internasional membuka peluang bagi Indonesia. Negara ini berpotensi menarik investasi dari berbagai negara yang sedang mencari tujuan penempatan modal baru.

Menurut Pahala, kawasan Asia-Pasifik menyumbang hampir 60% pertumbuhan ekonomi dunia. Namun, alokasi modal investasi jangka panjang ke kawasan tersebut dinilai belum sebanding dengan potensi pertumbuhannya.

Pahala menyebut China, Australia, dan Amerika Serikat sebagai sejumlah negara yang berpotensi menjadi sumber investasi bagi Indonesia. Danantara ingin mendorong investor jangka panjang melihat peluang di Indonesia dan negara-negara Asia lainnya.

NAF 2026 akan berlangsung melalui dua agenda utama. Pada 3 Desember, sesi Discovery & Diligence akan membahas kelayakan proyek, risiko, dan struktur investasi, sedangkan agenda Action & Execution pada 4 Desember berfokus pada alokasi modal, kesepakatan, dan pelaksanaan proyek.

Forum ini mencakup delapan sektor prioritas, yakni sumber daya strategis dan hilirisasi, energi dan ketenagalistrikan, mobilitas dan manufaktur, infrastruktur digital dan kecerdasan buatan, pangan dan agribisnis, perdagangan dan konektivitas, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta pendidikan dan sumber daya manusia.

Danantara menargetkan kehadiran lebih dari 1.000 pemimpin global, lebih dari 100 pembicara, dan 40 sesi diskusi. Sejumlah tokoh yang dijadwalkan hadir antara lain CEO SoftBank Group Masayoshi Son, Perdana Menteri Bhutan Tshering Tobgay, CEO Freeport-McMoRan Kathleen Quirk, dan CEO State Oil Fund of Azerbaijan Israfil Mammadov.

Selain komitmen investasi, Danantara menargetkan forum tersebut menghasilkan kesepakatan awal atau heads of terms, skema pembiayaan komersial dan blended finance, serta mekanisme pemantauan realisasi investasi. Target tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pembicaraan investasi dapat berlanjut ke tahap pelaksanaan proyek.