Siapa Saja Pemilik Mal Raksasa di Indonesia? Ini Daftar Konglomeratnya

Oleh Desti Dwi Natasya pada 09 Feb 2026, 16:16 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Keberadaan pusat perbelanjaan modern masih memegang peranan penting dalam menggerakkan ekonomi perkotaan di Indonesia. Tak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, mal kini bertransformasi sebagai pusat gaya hidup yang memadukan hiburan, kuliner, perkantoran, hingga akomodasi dalam satu kawasan terpadu.

Data Asosiasi Pengusaha Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) mencatat, jumlah pusat perbelanjaan di Indonesia mencapai sekitar 400 unit. Dari total tersebut, sebanyak 96 mal berada di wilayah Jakarta. Jakarta Selatan menjadi kawasan dengan jumlah mal terbanyak, disusul Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur.

Di balik masifnya pembangunan pusat perbelanjaan berskala besar, terdapat nama-nama konglomerat dan grup usaha besar yang menjadi pengembang sekaligus pemiliknya. Berikut daftar tokoh di balik kepemilikan mal terbesar di Indonesia.

1. Trihatma Kusuma Haliman

Trihatma merupakan sosok di balik Agung Podomoro Group melalui PT Agung Podomoro Land Tbk. Grup ini mengembangkan berbagai pusat perbelanjaan besar seperti Senayan City, Thamrin City, dan Central Park. Central Park tercatat sebagai mal terbesar di Jakarta dengan luas bangunan lebih dari 188 ribu meter persegi, meskipun sebagian kepemilikannya kini dimiliki investor asing.

2. Sutjipto Nagaria

Pendiri Summarecon Agung Tbk ini dikenal sebagai pengembang Summarecon Mall Kelapa Gading. Mal tersebut menjadi salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta dengan luas sekitar 150 ribu meter persegi dan ratusan tenant dari berbagai segmen gaya hidup dan hiburan.

3. Eka Tjandranegara

Melalui Grup Mulia, Eka Tjandranegara mengembangkan Mall Taman Anggrek. Pusat perbelanjaan ini dikenal dengan fasad LED raksasa dan arena ice skating pertama di Indonesia. Luas bangunan Mall Taman Anggrek mencapai sekitar 360 ribu meter persegi.

4. Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono

Dua bersaudara pemilik Djarum Group ini berada di balik pengembangan Grand Indonesia. Mal premium di Jakarta Pusat ini terintegrasi dengan Hotel Indonesia Kempinski, Menara BCA, serta apartemen mewah, menjadikannya kawasan terpadu untuk belanja dan bisnis.

5. Tan Kian

Tan Kian melalui Dua Mutiara Group mengelola Pacific Place yang berlokasi di kawasan SCBD, Senayan. Mal ini mengusung konsep mixed-use dan terhubung langsung dengan gedung perkantoran serta hotel bintang lima.

6. PT Senayan Trikarya Sempana

Perusahaan patungan antara Kajima Overseas Asia Pte. Ltd dan Badan Pengelola Gelora Bung Karno ini mengembangkan kawasan Senayan Square, termasuk Plaza Senayan. Luas pusat perbelanjaan ini tercatat lebih dari 130 ribu meter persegi.

7. Alexander Tedja

Pendiri Pakuwon Group ini memiliki sejumlah mal besar di Jakarta, di antaranya Kota Kasablanka, Gandaria City, dan Blok M Plaza. Kota Kasablanka dikenal sebagai salah satu mal terbesar di Jakarta Selatan yang berada dalam kawasan superblok.

8. Murdaya Poo

Murdaya Poo merupakan pendiri PT Metropolitan Kentjana Tbk, pengembang Pondok Indah Mall (PIM). Sebagai salah satu mal tertua di Jakarta, PIM kini telah berkembang menjadi tiga bangunan utama dan tetap menjadi ikon pusat belanja ibu kota.

Deretan konglomerat tersebut menunjukkan kuatnya peran pelaku usaha besar dalam sektor properti ritel, sekaligus menegaskan kontribusi pusat perbelanjaan dalam mendorong konsumsi dan pertumbuhan ekonomi nasional.