Studi Global Ungkap Kafein Bisa Tekan Lemak Tubuh dan Risiko Diabetes Tipe 2

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 02 Jun 2026, 10:54 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Minum kopi setiap hari mungkin memberi manfaat lebih dari sekadar menambah energi. Sebuah studi internasional menemukan bahwa kadar kafein yang lebih tinggi dalam darah berpotensi berkaitan dengan lemak tubuh yang lebih rendah dan risiko diabetes tipe 2 yang lebih kecil.

Penelitian ini dilakukan oleh ilmuwan dari Karolinska Institute, University of Bristol, dan Imperial College London. Mereka menganalisis data genetik hampir 10.000 orang untuk memahami bagaimana tubuh memproses kafein dan dampaknya terhadap kesehatan.

Fokus utama riset berada pada variasi gen yang memengaruhi metabolisme kafein. Orang yang secara genetik memecah kafein lebih lambat cenderung memiliki kadar kafein yang lebih tinggi di dalam darah karena zat tersebut bertahan lebih lama di tubuh.

Untuk menguji hubungan tersebut, peneliti menggunakan metode Mendelian randomization. Pendekatan ini memungkinkan ilmuwan menilai apakah kadar kafein memiliki kaitan langsung dengan kondisi kesehatan tertentu, termasuk obesitas dan diabetes.

Hasilnya menunjukkan bahwa individu dengan kadar kafein darah yang lebih tinggi secara genetik cenderung memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang lebih rendah serta jumlah lemak tubuh yang lebih sedikit dibanding kelompok lainnya.

Para peneliti menduga kafein membantu meningkatkan pembakaran energi melalui proses produksi panas tubuh dan oksidasi lemak. Mekanisme inilah yang diyakini berkontribusi terhadap penurunan risiko diabetes tipe 2.

Meski demikian, para ilmuwan mengingatkan bahwa temuan ini belum cukup untuk menjadikan kafein sebagai terapi atau langkah pencegahan resmi. Penelitian lanjutan masih dibutuhkan untuk memastikan manfaat dan keamanan konsumsi kafein dalam jangka panjang.