Tata Cara Sholat Tarawih dan Witir Sendiri atau Berjamaah Beserta Bacaannya

Oleh Desti Dwi Natasya pada 18 Feb 2026, 16:32 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Sholat tarawih merupakan ibadah sunnah yang menjadi amalan khas di bulan Ramadan. Ibadah ini dikerjakan pada malam hari sebagai bagian dari qiyam Ramadan, yakni menghidupkan malam dengan sholat, doa, dan tilawah Al-Qur’an.

Di berbagai daerah, tarawih identik dengan suasana masjid yang ramai. Namun, pelaksanaannya tetap sah jika dilakukan sendiri di rumah. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa siapa yang menunaikan qiyam Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Tarawih biasanya diakhiri dengan sholat witir sebagai penutup rangkaian ibadah malam. Witir sendiri adalah sholat sunnah yang dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil dan tidak terbatas hanya di bulan Ramadan.

Waktu Pelaksanaan Tarawih

Sholat tarawih dimulai setelah sholat Isya dan berakhir sebelum masuk waktu Subuh. Artinya, tarawih bisa dikerjakan di awal malam setelah Isya atau menjelang sahur, selama belum masuk waktu fajar.

Jika sudah masuk waktu Subuh, maka tarawih tidak lagi bisa dilaksanakan.

Jumlah Rakaat Sholat Tarawih

Jumlah rakaat tarawih memang menjadi pembahasan para ulama sejak dahulu. Hadis Aisyah RA menyebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah melebihi 11 rakaat (termasuk witir), baik di Ramadan maupun di luar Ramadan.

Dari sinilah muncul beberapa pendapat:

20 rakaat

Mayoritas ulama dari mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali menetapkan 20 rakaat (di luar witir). Praktik ini juga dinisbatkan pada masa Umar bin Khattab RA.

8 rakaat

Sebagian ulama berpegang pada hadis Aisyah RA sehingga menetapkan 8 rakaat tarawih ditambah 3 witir.

36 rakaat

Sebagian ulama mazhab Maliki di Madinah pernah mengerjakan 36 rakaat.

Perbedaan ini dipandang sebagai rahmat. Yang utama adalah kekhusyukan dan keikhlasan dalam menjalankannya.

Niat Sholat Tarawih

Niat Makmum (2 Rakaat)

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muuman lillaahi ta’alaa

Artinya: Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.

Niat Imam (2 Rakaat)

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’alaa

Artinya: Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.

Niat Sendiri (Munfarid)

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta’alaa

Artinya: Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.

Niat Sholat Witir

Witir 3 Rakaat

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal witri tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati lillaahi ta’alaa

Artinya: Aku niat sholat sunnah witir tiga rakaat karena Allah Ta’ala.

Witir 1 Rakaat

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal witri rak’atan lillaahi ta’alaa

Artinya: Aku niat sholat sunnah witir satu rakaat karena Allah Ta’ala.

Dua Rakaat Witir (Sebelum Penutup 1 Rakaat)

اُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan minal witri rak’ataini lillaahi ta’alaa

Artinya: Aku niat sholat sunnah witir dua rakaat karena Allah Ta’ala.

Tata Cara Sholat Tarawih

Tarawih dikerjakan dua rakaat salam, sama seperti sholat sunnah lainnya:

Niat dalam hati.

Takbiratul ihram.

Membaca doa iftitah.

Membaca Al-Fatihah.

Membaca surat pendek.

Rukuk.

I’tidal.

Sujud pertama.

Duduk di antara dua sujud.

Sujud kedua.

Berdiri untuk rakaat kedua.

Tasyahud akhir dan salam.

Diulang hingga mencapai jumlah rakaat yang dipilih, kemudian ditutup dengan witir.

Tata Cara Sholat Witir

Witir bisa dikerjakan 3 rakaat (2 salam + 1 rakaat) atau langsung 3 rakaat satu salam. Pada rakaat terakhir dianjurkan membaca doa qunut.

Surah yang sering dibaca:

Rakaat pertama: Al-A’la

Rakaat kedua: Al-Kafirun

Rakaat ketiga: Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas

Doa Setelah Witir

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ (3x)

اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا دَائِمًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا، وَعِلْمًا نَافِعًا، وَيَقِينًا صَادِقًا، وَعَمَلًا صَالِحًا، وَدِينًا قَيِّمًا، وَخَيْرًا كَثِيرًا، وَالْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، وَتَمَامَ الْعَافِيَةِ، وَالشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ، وَالْغِنَى عَنِ النَّاسِ.

اَللّٰهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيرَنَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

Artinya: Ya Allah, kami memohon keimanan yang teguh, hati yang khusyuk, ilmu yang bermanfaat, amal yang saleh, serta ampunan dan keselamatan. Terimalah sholat, puasa, dan ibadah kami, serta sempurnakan segala kekurangan kami.

Dengan memahami niat dan tata cara yang benar, sholat tarawih dan witir dapat dikerjakan dengan lebih mantap dan khusyuk, baik sendiri di rumah maupun berjamaah di masjid.