Teheran Belum Buka Pintu Negosiasi dengan AS, Ini Alasannya

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 27 Jul 2026, 20:01 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah Iran menegaskan belum memiliki rencana untuk kembali menggelar perundingan dengan Amerika Serikat setelah konflik militer antara kedua negara kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir. Teheran menyatakan peluang dialog hanya akan terbuka jika Washington mengubah pendekatannya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, membantah kabar yang menyebut negaranya telah mengajukan permintaan untuk kembali berunding dengan Amerika Serikat. Ia menegaskan informasi tersebut tidak benar.

Menurut Baqaei, hingga saat ini tidak ada proses negosiasi yang sedang berlangsung antara kedua negara. Iran juga menilai isu mengenai permintaan perundingan hanya sebatas spekulasi yang tidak memiliki dasar resmi.

Meski demikian, Iran mengakui masih ada sejumlah pihak yang berupaya menjadi mediator. Komunikasi tidak langsung melalui negara atau pihak ketiga disebut masih mungkin terjadi.

Baqaei menegaskan diplomasi tetap menjadi salah satu instrumen penting bagi Iran. Namun, jalur tersebut hanya akan digunakan jika mampu melindungi kepentingan nasional negara itu.

Saat ditanya mengenai syarat dimulainya kembali perundingan, Baqaei menyebut Amerika Serikat harus menunjukkan sikap yang lebih bertanggung jawab dalam hubungan internasional. Menurutnya, perubahan perilaku menjadi syarat utama sebelum dialog dapat dipertimbangkan.

Ia juga melontarkan kritik keras terhadap kebijakan Washington. Baqaei menilai Amerika Serikat selama beberapa waktu terakhir bertindak layaknya kelompok mafia karena dianggap mengabaikan prinsip hukum internasional.

Menurut Iran, kondisi tersebut membuat suasana politik belum mendukung untuk membuka pembicaraan baru. Selama pendekatan Amerika Serikat tidak berubah, peluang negosiasi dinilai masih sangat kecil.

Di sisi lain, militer Iran sebelumnya menyatakan serangan dari Amerika Serikat telah berhenti dalam dua hari terakhir. Sebagai respons, operasi balasan Iran juga disebut telah dihentikan sehingga ketegangan di lapangan mulai mereda.