Jamkrindo

Terdeteksi di Jawa Barat, Dinkes Kota Bandung Tingkatkan Kewaspadaan Super Flu

Oleh Desti Dwi Natasya pada 05 Jan 2026, 18:55 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung meningkatkan langkah kewaspadaan menyusul pernyataan Kementerian Kesehatan terkait ditemukannya virus influenza H3N2 subclade K atau yang dikenal sebagai super flu di wilayah Jawa Barat. Upaya ini dilakukan sebagai langkah pencegahan agar virus tersebut tidak menyebar ke masyarakat Kota Bandung.

Sebelumnya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat melaporkan sebanyak 10 warga di sejumlah daerah di Jawa Barat terkonfirmasi terinfeksi virus tersebut setelah menjalani pemeriksaan lanjutan menggunakan metode whole genome sequencing.

Kepala Dinkes Kota Bandung, Sony Adam, menjelaskan bahwa pihaknya telah ditugaskan untuk melakukan pengambilan sampel terhadap pasien yang dicurigai terinfeksi influenza. Sampel tersebut kemudian dikirim ke Kementerian Kesehatan untuk dianalisis menggunakan peralatan laboratorium khusus.

“Sampel pasien yang dicurigai influenza diambil dan dikirim ke Kemenkes untuk pemeriksaan lanjutan, lalu hasilnya akan disampaikan kembali ke daerah,” kata Sony Adam dikutip dari Media Indonesia, Senin, 5 Januari 2026.

Meski demikian, hingga saat ini Dinkes Kota Bandung belum menerima hasil konfirmasi terkait keberadaan virus super flu di wilayahnya. “Untuk virus super flu sendiri, kami masih menunggu feedback resmi dari Kemenkes,” ujarnya.

Sony memastikan bahwa berdasarkan laporan dari puskesmas maupun rumah sakit, belum ditemukan kasus super flu di Kota Bandung, meskipun virus tersebut telah terdeteksi di beberapa wilayah Jawa Barat.

“Untuk Jawa Barat mungkin pengambilan sampelnya dilakukan di daerah lain. Sampai sekarang, Kota Bandung belum mendapatkan informasi adanya warga yang terkonfirmasi super flu,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kota Bandung terus menggencarkan promosi kesehatan dan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat. Masyarakat diimbau untuk menjaga daya tahan tubuh guna mencegah penularan virus influenza.

“Karena ini termasuk virus flu, maka etika batuk harus diterapkan, rajin berolahraga, istirahat cukup, dan menjaga kesehatan tubuh secara umum,” ujar Sony.

Ia juga menegaskan bahwa virus influenza memiliki karakteristik mudah bermutasi sehingga potensi penyebarannya perlu diwaspadai. “Influenza dikenal sangat mudah bermutasi. Karena itu, pola hidup sehat sangat penting, seperti cukup minum, mencuci tangan dengan sabun sebelum makan atau setelah bersentuhan dengan orang sakit,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua IDI Jawa Barat, dr Moh. Lutfi, menjelaskan bahwa secara klinis gejala super flu masih menyerupai influenza tipe A pada umumnya. Gejala yang muncul antara lain demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, hingga nyeri otot.

“Perbedaan utamanya terletak pada kemampuan penularannya. Karena merupakan hasil mutasi, virus ini berpotensi menular lebih cepat dari orang ke orang,” kata dr Lutfi.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mengonsumsi antibiotik ketika mengalami gejala flu. “Penyakit ini disebabkan oleh virus, sehingga antibiotik bukan solusi utama. Yang paling penting adalah menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh,” jelasnya.

Untuk kasus dengan gejala ringan, masyarakat disarankan melakukan isolasi mandiri dan beristirahat cukup. “Tidak perlu langsung ke IGD jika gejalanya ringan. Namun jika muncul sesak napas atau demam tinggi yang tidak turun, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,” pungkasnya.