TINS Lampaui Target Laba 2026, CLEO Perluas Pabrik, BBNI Siapkan Buyback Rp627 Miliar

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 30 Jul 2026, 08:47 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melemah 0,64 persen ke level 6.091,39 pada perdagangan Rabu, 29 Juli 2026. Pelemahan terjadi setelah mayoritas sektor berada di zona merah, dengan sektor properti mencatat penurunan terdalam sebesar 2,75 persen.

Investor asing membukukan jual bersih Rp183,81 miliar di pasar reguler. Namun, secara keseluruhan di seluruh pasar, investor asing masih mencatat beli bersih sebesar Rp8,97 triliun.

Di tengah pelemahan pasar, sejumlah emiten tetap menunjukkan ekspansi bisnis dan pertumbuhan kinerja. Mulai dari Sariguna Primatirta atau CLEO, Timah atau TINS, hingga Bank Negara Indonesia atau BBNI.

CLEO mengumumkan pembangunan tiga pabrik air minum dalam kemasan baru di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru. Pabrik di Palu ditargetkan beroperasi pada kuartal III 2026, sedangkan dua pabrik lainnya menyusul pada kuartal IV 2026.

Dengan tambahan tersebut, jumlah pabrik CLEO akan mencapai 32 unit. Perseroan juga menargetkan jaringan distribusi internal meningkat menjadi 500 titik hingga akhir tahun untuk memperluas jangkauan pasar.

Pada kuartal I 2026, CLEO membukukan penjualan sebesar Rp774,40 miliar atau tumbuh 15,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut didorong oleh ekspansi kapasitas produksi dan distribusi.

Sementara itu, TINS mencatat lonjakan kinerja pada semester I 2026. Pendapatan perseroan naik 146,92 persen menjadi Rp10,42 triliun, didukung kenaikan volume penjualan logam timah dan harga jual rata rata.

Pertumbuhan tersebut mendorong laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp2,71 triliun. Angka itu meningkat 804,70 persen dibandingkan semester I 2025 dan telah melampaui target laba bersih perseroan tahun 2026.

Di sektor perbankan, BBNI kembali melanjutkan program pembelian kembali saham atau buyback dengan dana maksimal Rp627 miliar yang berasal dari kas internal. Program ini berlangsung mulai 27 Juli hingga 26 Oktober 2026 sebagai lanjutan buyback tahap pertama.

Perseroan memperkirakan program tersebut akan memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan. Berdasarkan proforma per 31 Mei 2026, laba per saham diproyeksikan meningkat menjadi Rp244, sementara imbal hasil atas ekuitas atau ROE diperkirakan naik menjadi 14,52 persen.

Tag Terkait