BMKG Perkirakan Puncak Kemarau 2026 Terjadi Agustus, Sejumlah Wilayah Lebih Kering dari Normal

Oleh Hidayat Taufik pada 04 Mar 2026, 13:24 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim kemarau tahun 2026 akan terjadi pada Agustus dan melanda sebagian besar wilayah Indonesia. Dari 699 zona musim yang dipetakan, sekitar 429 zona atau 61,4 persen diproyeksikan mencapai puncak kekeringan pada bulan tersebut.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan bahwa prakiraan ini perlu menjadi perhatian berbagai pihak. Sektor pertanian, pengelolaan sumber daya air, kehutanan, hingga penanggulangan bencana diimbau untuk melakukan langkah antisipatif sejak dini.

Selain puncak kemarau, BMKG juga memetakan awal musim kemarau yang diprediksi berlangsung bertahap mulai April 2026. Pada April, sekitar 114 zona musim atau 16,3 persen wilayah diperkirakan mulai memasuki fase kemarau. Jumlah tersebut meningkat pada Mei menjadi 184 zona musim (26,3 persen), lalu bertambah lagi pada Juni dengan 163 zona musim (23,3 persen) yang mulai mengalami kondisi kering.

Secara spasial, kemarau diprakirakan muncul lebih dahulu di wilayah Nusa Tenggara, kemudian meluas ke arah barat hingga menjangkau wilayah lain di Indonesia secara bertahap.

Berdasarkan analisis sifat musim, kemarau 2026 diprediksi cenderung lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis periode 1991–2020. Sebanyak 451 zona musim diperkirakan mencatatkan curah hujan di bawah kondisi normal selama periode kemarau berlangsung.

Jika mengacu pada rerata tiga dekade terakhir, sekitar 325 zona musim atau 46,5 persen wilayah diprediksi mengalami awal kemarau yang lebih cepat dari biasanya. Sementara 173 zona musim atau 23,7 persen wilayah lainnya diperkirakan memulai kemarau sesuai dengan pola normal.