Disneyland Paris Tutup Seluruh Wahana Luar Ruangan akibat Gelombang Panas

Oleh Hidayat Taufik pada 04 Jul 2026, 14:11 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Gelombang panas yang melanda Prancis berdampak pada operasional Disneyland Paris. Taman hiburan tersebut menghentikan sementara seluruh wahana luar ruangan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan pengunjung maupun para pekerja.

Kebijakan itu diterapkan setelah suhu permukaan di sejumlah area taman dilaporkan menyentuh sekitar 51 derajat Celsius atau 124 derajat Fahrenheit. Kondisi cuaca yang sangat ekstrem dinilai berisiko sehingga aktivitas di berbagai atraksi outdoor untuk sementara dihentikan.

Sejumlah wahana yang terdampak antara lain Indiana Jones and the Temple of Peril, Big Thunder Mountain, Dumbo the Flying Elephant, Toy Soldiers Parachute Drop, Autopia, serta Disneyland Railroad.

Di sisi lain, pengelola menyampaikan bahwa sekitar 80 persen atraksi masih dapat dinikmati karena berada di dalam ruangan atau memiliki area yang terlindungi dari paparan sinar matahari secara langsung.

Tak hanya menutup wahana luar ruangan, Disneyland Paris juga membatalkan pertunjukan kembang api Cascade of Lights. Keputusan tersebut diambil untuk mengurangi potensi bahaya kebakaran hutan yang meningkat akibat suhu tinggi dan kondisi cuaca yang sangat kering.

Dampak gelombang panas juga dirasakan sejumlah destinasi wisata lain di Prancis. Menara Eiffel dan Museum Louvre sebelumnya turut menyesuaikan jam operasional sebagai respons terhadap cuaca ekstrem.

Pemerintah Prancis telah menetapkan status peringatan merah di lebih dari separuh wilayah negara itu. Otoritas setempat menyebut situasi saat ini mengingatkan pada gelombang panas tahun 2003 yang menewaskan sekitar 15.000 orang.

Cuaca ekstrem juga memengaruhi aktivitas masyarakat. Sekitar 1.350 sekolah ditutup sementara guna melindungi siswa dan tenaga pendidik dari risiko paparan suhu yang sangat tinggi.

Pemerintah mengimbau wisatawan yang akan berkunjung ke Prancis agar rutin memantau perkembangan cuaca serta memastikan jadwal operasional objek wisata sebelum melakukan perjalanan.