Hadiri Imlek 2577 Di Vihara Avalokitesvara, Cak Imin Peran Gus Dur Dalam Menjaga Kebebasan Budaya Tionghoa

Oleh Hidayat Taufik pada 15 Feb 2026, 16:19 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek 2577 yang digelar di Vihara Avalokitesvara, Minggu (15/2/2026). Kehadirannya mencerminkan komitmen PKB dalam menjaga harmoni sosial, toleransi beragama, serta penghormatan terhadap keberagaman budaya di Indonesia.

Dalam sambutannya, Cak Imin secara khusus mengenang jasa Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, sebagai tokoh sentral yang membuka jalan bagi kebebasan masyarakat Tionghoa untuk mengekspresikan budaya dan tradisi Imlek secara terbuka di ruang publik.

Ia menegaskan bahwa pencabutan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 14 Tahun 1967 melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 6 Tahun 2000 merupakan tonggak sejarah penting dalam perjalanan demokrasi dan kebebasan berbudaya di Indonesia. Kebijakan tersebut mengakhiri pembatasan ekspresi budaya Tionghoa yang berlangsung selama era Orde Baru dan mengembalikan Imlek sebagai bagian sah dari kehidupan kebangsaan.

Menurut Cak Imin, keberanian moral dan komitmen kemanusiaan yang ditunjukkan Gus Dur harus terus menjadi teladan bagi para pemimpin bangsa dalam membangun Indonesia yang adil, setara, dan inklusif bagi seluruh warga negara tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun budaya.

Melalui agenda refleksi Imlek tahunan, Partai Kebangkitan Bangsa menegaskan komitmennya untuk terus merawat nilai-nilai pluralisme dan kebhinekaan sebagai fondasi utama persatuan nasional dan stabilitas sosial.

Menutup sambutannya, Cak Imin menekankan bahwa persaudaraan, solidaritas sosial, serta semangat saling menghormati antarwarga bangsa merupakan pilar utama dalam membangun kehidupan bernegara yang damai, adil, dan sejahtera, sekaligus memperkuat identitas Indonesia sebagai bangsa yang majemuk.