JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Iran dilaporkan memberikan izin kepada kapal dari China dan India untuk melintas di Selat Hormuz, sementara Indonesia belum termasuk dalam daftar tersebut.
Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak langsung pada jalur distribusi energi global.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia, yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global setiap harinya.
Keputusan Iran memberi akses terbatas dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga hubungan dagang dengan negara-negara mitra utama mereka.
China dan India diketahui menjadi dua negara dengan kebutuhan energi besar serta memiliki hubungan ekonomi yang cukup kuat dengan Iran.
Sementara itu, Indonesia yang juga bergantung pada impor energi, belum mendapatkan akses serupa untuk jalur tersebut dalam kebijakan terbaru ini.
Kondisi ini berpotensi memberi tekanan tambahan terhadap rantai pasok energi nasional, terutama jika konflik di kawasan terus berlanjut.
Pemerintah Indonesia sendiri telah mulai mencari alternatif sumber energi dari negara lain guna mengantisipasi gangguan distribusi.
Langkah diversifikasi ini penting untuk menjaga stabilitas pasokan dalam negeri serta menghindari lonjakan harga yang tidak terkendali.
Pengamat menilai situasi ini menjadi pengingat pentingnya ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global.
Selain itu, posisi tawar Indonesia dalam diplomasi energi juga menjadi sorotan, terutama dalam menjaga akses terhadap jalur distribusi strategis dunia.