Selat Hormuz Dibuka untuk Kapal Malaysia, Anwar Ibrahim Jelaskan Negosiasi

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 27 Mar 2026, 14:28 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyatakan kapal tanker Malaysia kini diizinkan melewati Selat Hormuz. Keputusan ini merupakan hasil negosiasi dengan pemimpin Iran, Mesir, Turki, dan sejumlah negara regional lainnya.

Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Anwar menyampaikan terima kasih kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian atas izin tersebut. Ia juga memastikan kapal tanker dan para pekerjanya dalam proses pembebasan agar dapat melanjutkan perjalanan.

Anwar menjelaskan bahwa upaya ini bagian dari strategi diplomasi Malaysia untuk memfasilitasi perdamaian di kawasan Timur Tengah, meski tantangan tetap ada. Iran masih menuntut jaminan keamanan yang jelas dan mengikat.

Kebijakan Iran memberi akses terbatas kepada negara tertentu, termasuk Malaysia dan India. Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang mencatat lima negara sahabat, seperti China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan, mendapatkan lampu hijau melintasi Selat Hormuz.

Keputusan ini memberi sinyal kuat tentang pentingnya hubungan diplomatik dan ekonomi dalam menjaga arus energi global. Selat Hormuz tetap menjadi jalur vital yang mengangkut sekitar 20 persen pasokan minyak dunia setiap harinya.

Selain aspek energi, kebijakan ini menunjukkan upaya diplomasi multilateral Malaysia di tengah ketegangan regional. Anwar menegaskan pentingnya kerja sama internasional untuk menjaga keamanan jalur strategis.

Situasi ini juga menjadi pengingat bagi negara lain, termasuk Indonesia, terkait perlunya strategi diversifikasi energi dan penguatan hubungan diplomasi energi internasional.

Anwar menambahkan bahwa langkah ini tidak mudah, karena Iran memiliki sejarah ketidakpercayaan terhadap beberapa negara. Namun, negosiasi berhasil membuka akses terbatas bagi kapal Malaysia.

Praktik semacam ini menekankan pentingnya koordinasi regional dan diplomasi aktif untuk menjaga stabilitas pasokan energi global.

Malaysia berhasil memanfaatkan pendekatan diplomasi yang sistematis, mengutamakan dialog dan jaminan keamanan, sehingga mendapat akses resmi di jalur strategis ini.