Jangan Lewatkan, Fenomena Langit April 2026 Hadirkan Pink Moon dan Meteor

Oleh Hidayat Taufik pada 28 Mar 2026, 17:23 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Langit malam pada April 2026 akan menampilkan berbagai fenomena astronomi menarik yang bisa diamati. Mulai dari fase Bulan purnama yang dikenal sebagai Pink Moon, hujan meteor, hingga peristiwa konjungsi antar benda langit diperkirakan dapat terlihat dari berbagai wilayah, termasuk Indonesia, selama cuaca mendukung.

Bagi pecinta astronomi maupun masyarakat umum, bulan ini menjadi waktu yang tepat untuk menyaksikan keindahan langit. Berdasarkan data dari situs astronomi In The Sky, berikut beberapa fenomena yang dapat diamati sepanjang April 2026.

Fenomena pertama adalah Bulan Purnama Pink Moon yang terjadi pada 2 April 2026.

Pada fase ini, Bulan berada berseberangan dengan Matahari sehingga tampak bulat penuh dan terang sepanjang malam. Meski disebut “Pink Moon”, Bulan tidak benar-benar berwarna merah muda. Nama tersebut berasal dari bunga phlox yang mekar saat musim semi di Amerika Utara.

Selanjutnya, hujan meteor Lyrid diperkirakan mencapai puncaknya pada 22 April 2026. Hujan meteor ini berasal dari sisa debu komet C/1861 G1 Thatcher yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi.

Dalam kondisi ideal, beberapa meteor dapat terlihat setiap jamnya, terutama setelah tengah malam hingga menjelang fajar di lokasi yang minim polusi cahaya.

Di penghujung bulan, tepatnya sekitar 24 April 2026, akan terjadi hujan meteor Pi Puppid. Fenomena ini berasal dari komet 26P/Grigg-Skjellerup. Hujan meteor ini umumnya lebih jelas terlihat dari belahan bumi selatan, meskipun tetap bisa diamati dari wilayah lain dengan kondisi langit yang gelap.

Selain itu, terdapat juga berbagai fenomena lain seperti konjungsi Bulan dengan planet-planet terang, termasuk Jupiter dan Mars. Peristiwa ini terjadi karena posisi orbit yang membuat benda-benda langit tampak berdekatan jika dilihat dari Bumi.

Tak hanya itu, beberapa asteroid dan komet juga diperkirakan berada dalam posisi terbaik untuk diamati menggunakan teleskop pada pertengahan hingga akhir April. Perubahan fase Bulan serta pergerakan objek langit lainnya sepanjang bulan ini memberikan peluang bagi pengamat untuk melakukan pengamatan secara rutin.