Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Iran Terapkan Prosedur Ketat

Oleh Hidayat Taufik pada 12 Apr 2026, 09:33 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Kapal yang melintas di Selat Hormuz kini harus mengikuti prosedur khusus. Iran menerapkan aturan ini karena situasi belum stabil.

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan hal tersebut. Ia menjelaskan setiap kapal wajib bernegosiasi dengan otoritas keamanan Iran.

Selain itu, ia menegaskan aturan ini berlaku untuk semua negara. Tidak ada pengecualian selama kondisi kawasan belum kembali normal.

Menurutnya, Selat Hormuz dan Teluk Persia masih berada dalam situasi sensitif. Karena itu, Iran memperketat pengawasan di wilayah tersebut.

Sebelumnya, Iran menetapkan jalur pelayaran alternatif di kawasan itu. Langkah ini diambil karena adanya ancaman ranjau laut.

Namun, otoritas belum membuka jalur utama sepenuhnya. Mereka masih berupaya menemukan dan membersihkan ranjau yang tersisa.

Di sisi lain, Pemerintah Indonesia terus mendorong upaya diplomasi. Tujuannya agar kapal Pertamina bisa melintas dengan aman.

Kementerian Luar Negeri menyatakan Iran merespons permintaan tersebut secara positif. Meski begitu, proses negosiasi masih berlangsung.

Sementara itu, dua kapal tanker Pertamina masih berada di Teluk Persia. Keduanya terpantau di perairan dekat Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Karena kondisi ini, pemerintah memastikan pasokan energi tetap aman. Selain itu, mereka terus memantau situasi sambil melanjutkan negosiasi.