Kesepakatan Damai AS–Iran Mandek, Ini 5 Faktor Penghambatnya

Oleh Hidayat Taufik pada 12 Apr 2026, 19:43 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Upaya perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran kembali berakhir tanpa kesepakatan. Wakil Presiden AS, JD Vance, menyampaikan bahwa salah satu penyebab utama kegagalan tersebut adalah belum adanya kesediaan dari Iran untuk menerima sejumlah syarat yang diajukan Washington.

Vance menjelaskan bahwa pembicaraan sebenarnya berlangsung cukup intens dan menunjukkan perkembangan. Namun demikian, kedua pihak masih belum berhasil mencapai kesepahaman. Ia juga menegaskan bahwa proposal yang diajukan oleh Amerika Serikat merupakan tawaran terbaik dalam proses negosiasi saat ini.

Sementara itu, pihak Iran berpandangan bahwa keberhasilan dialog sangat bergantung pada kesungguhan dan itikad baik dari Amerika Serikat. Teheran turut mengingatkan agar Washington tidak mengajukan tuntutan yang dinilai berlebihan serta tetap menghormati hak-hak Iran sebagai negara berdaulat.

Beberapa isu penting menjadi kendala dalam proses perundingan tersebut, di antaranya:

1. Situasi di Lebanon

Ketegangan yang melibatkan Israel dan kelompok Hezbollah di Lebanon turut memperkeruh suasana. Iran menegaskan komitmennya untuk terus mendukung sekutu di kawasan, yang dinilai dapat menghambat upaya diplomasi.

2. Selat Hormuz

Selat Hormuz menjadi salah satu titik krusial dalam perdebatan. Amerika Serikat menilai Iran tidak mengelola lalu lintas kapal secara optimal, sedangkan Iran menegaskan bahwa wilayah tersebut merupakan bagian dari kedaulatannya.

3. Program Nuklir Iran

Persoalan nuklir masih menjadi isu paling sensitif. Amerika Serikat menuntut penghentian penuh pengayaan uranium, sementara Iran menegaskan bahwa program tersebut ditujukan untuk kepentingan sipil dan merupakan hak yang sah sesuai perjanjian internasional

4. Peran Iran di Kawasan Timur Tengah

Keterlibatan Iran dengan berbagai kelompok di wilayah seperti Lebanon, Yaman, dan Gaza menjadi sorotan. Amerika Serikat dan sekutunya menganggap hal ini sebagai ancaman, sedangkan Iran memandangnya sebagai bagian dari strategi pertahanan.

5. Sanksi Ekonomi

Iran juga menuntut pencabutan sanksi serta pembebasan aset yang selama ini dibekukan sebagai bagian dari kesepakatan. Namun, hingga kini belum ada kepastian apakah Amerika Serikat akan menyetujui tuntutan tersebut.

Dengan masih adanya perbedaan tajam dalam berbagai isu strategis, peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat dinilai masih cukup kecil. Kedua negara diperkirakan perlu melanjutkan dialog untuk mencari titik temu yang dapat diterima bersama.