Konflik Memanas, Iran Nilai AS Gagal Kendalikan Israel Setelah Serangan ke Lebanon

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 14 Jun 2026, 21:59 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah Iran melontarkan kecaman keras setelah Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Beirut, Lebanon. Teheran menilai aksi tersebut semakin memperkecil peluang tercapainya perdamaian melalui jalur diplomasi.

Kepala negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut pembicaraan dengan Amerika Serikat kehilangan makna jika serangan Israel terus berlanjut. Menurutnya, Washington gagal menunjukkan komitmen dalam menghentikan konflik di kawasan.

Ghalibaf mengatakan Israel merupakan sekutu dekat Amerika Serikat. Karena itu, Iran mempertanyakan kemampuan maupun kemauan AS untuk memenuhi komitmen yang selama ini dibicarakan dalam proses negosiasi.

Selama ini Iran berulang kali memasukkan isu perdamaian di Lebanon sebagai bagian dari syarat dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat. Namun tuntutan tersebut dinilai tidak mendapat respons nyata di lapangan.

Pernyataan keras juga datang dari pejabat Markas Besar Pusat Khatam al Anbiya, Sardar Asadi. Ia menegaskan serangan yang menghantam wilayah pinggiran selatan Beirut tidak akan dibiarkan tanpa respons.

Menurut Asadi, Iran memandang serangan tersebut sebagai tindakan yang harus dipertanggungjawabkan. Pernyataan itu memperkuat sinyal bahwa ketegangan di kawasan masih berpotensi meningkat.

Khatam al Anbiya sendiri merupakan markas komando gabungan yang mengawasi angkatan bersenjata Iran. Struktur tersebut mencakup Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC dan militer reguler Iran.

Di sisi lain, militer Israel dilaporkan kembali meluncurkan serangan ke sejumlah titik yang disebut sebagai basis Hizbullah di Beirut selatan. Serangan itu menjadi bagian dari operasi yang terus berlangsung di wilayah Lebanon.

Badan Pertahanan Sipil Lebanon menyatakan tiga orang ditemukan tewas setelah serangan menghantam kawasan Ghoebeiry. Lokasi tersebut berada di pinggiran selatan ibu kota Beirut.

Selain korban jiwa, sedikitnya 15 orang dilaporkan mengalami luka luka. Kerusakan juga terjadi pada sejumlah bangunan, toko, dan fasilitas di sekitar area yang terdampak ledakan.

Perkembangan terbaru ini memperlihatkan konflik di Timur Tengah masih jauh dari mereda. Ketegangan antara Iran, Israel, dan aktor regional lainnya berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan dalam waktu dekat.