Pemadaman Lampu Ikon Jakarta Berbuah Hemat Energi, Biaya Listrik Turun Rp 108 Juta

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 14 Jun 2026, 21:33 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Aksi pemadaman lampu serentak selama satu jam di Jakarta berhasil menghemat biaya listrik lebih dari Rp108 juta. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup 2026.

Pemadaman berlangsung pada Sabtu malam, 13 Juni 2026, mulai pukul 20.30 WIB hingga 21.30 WIB. Sejumlah ikon dan kawasan strategis ibu kota turut mematikan penerangan selama 60 menit.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan aksi tersebut memberikan dampak nyata terhadap penghematan energi. Selain menekan penggunaan listrik, kegiatan ini juga membantu mengurangi emisi karbon.

Data PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya mencatat penghematan listrik mencapai 75,18 MWh. Angka tersebut setara dengan pengurangan biaya listrik sebesar Rp108.693.752.

Dari sisi lingkungan, pemadaman serentak berhasil menekan emisi karbon hingga 60,14 ton CO2e. Hasil itu menunjukkan bahwa langkah sederhana dapat memberikan dampak yang cukup signifikan.

Sejumlah landmark Jakarta yang ikut dipadamkan antara lain Monas, Bundaran HI, Patung Arjuna Wiwaha, Patung Pemuda, dan Patung Jenderal Sudirman. Kawasan Balai Kota DKI Jakarta juga turut berpartisipasi dalam aksi tersebut.

Selama satu jam, suasana ibu kota terlihat berbeda dari biasanya. Lampu sorot monumen, penerangan dekoratif, hingga videotron di sejumlah titik utama dimatikan sementara.

Menurut Dudi, kegiatan ini tidak hanya bersifat simbolis. Pemprov DKI Jakarta ingin mendorong masyarakat membangun kebiasaan hemat energi dalam aktivitas sehari-hari.

Program tersebut mengacu pada Instruksi Gubernur Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pemadaman Lampu dalam Rangka Penghematan Energi dan Pengurangan Emisi Karbon. Kegiatan serupa rutin dilakukan sebagai bagian dari upaya pengendalian perubahan iklim.

Pemprov DKI menilai keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Partisipasi masyarakat, pelaku usaha, pengelola gedung, dan komunitas menjadi faktor penting dalam mewujudkan penghematan energi secara bersama-sama.